Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 10 miliar dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk membangun perpustakaan daerah baru.
Anggaran yang tersebut hanya cukup untuk konstruksi bangunan fisik, sementara fasilitas penunjang lainnya belum tercakup.
“Jadi Rp 10 miliar itu hanya untuk bangunan gedungnya, belum termasuk pembangunan pelengkap lainnya. Fasilitas seperti pagar, musala, pos keamanan, dan parkir masih belum bisa tercover dengan anggaran tersebut,” ungkap Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Fiza Akbar.
Anggaran DAK yang diterima oleh Kabupaten Kudus akan digunakan untuk membangun empat gedung utama yang diperuntukkan bagi pelayanan buku.
Masing-masing gedung direncanakan memiliki fungsi yang berbeda, seperti untuk anak-anak, dewasa, dan ruang pertemuan.
Semua perencanaan pembangunan telah melalui proses verifikasi dengan tim dari Perpusnas agar sesuai dengan standar nasional.
“Empat gedung tersebut akan memiliki fungsi yang berbeda. Satu untuk pelayanan buku anak-anak, satu lagi untuk dewasa, dan satu gedung lagi untuk ruang pertemuan. Semua sudah disesuaikan dengan rencana yang telah disetujui,” jelas Fiza.
Pembangunan perpustakaan ini menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kudus.
Untuk itu, guna melengkapi fasilitas lainnya yang belum tercover oleh DAK, Pemerintah Kabupaten Kudus akan mengalokasikan dana tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Salah satu tahapan awal yang telah dimulai adalah pengurukan tanah untuk lokasi pembangunan gedung.
“Pengurukan tanah untuk lokasi pembangunan gedung perpustakaan ini telah selesai dilaksanakan pada 27 Desember 2024 dengan anggaran sebesar Rp 967,92 juta dari APBD 2024,” papar Fiza.
Fiza berharap dengan adanya pembangunan perpustakaan baru ini, fasilitas literasi di Kabupaten Kudus dapat berkembang dengan baik.
Ia juga mengharapkan perpustakaan tersebut dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti seminar dan diskusi, yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kudus.
“Gedung yang ada sekarang sudah tidak representatif. Perpustakaan yang satu lantai dan menyatu dengan kantor tidak memberikan kenyamanan untuk pengunjung,” pungkasnya. (J05/A01)










