Penghitungan di PPK Dihentikan Sementara, Babe Setyawan Sebut KPU Tidak Profesional

- Jurnalis

Senin, 19 Februari 2024 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekapitulasi penghitungan suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) (Foto:JP)

Rekapitulasi penghitungan suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus resmi menghentikan sementara proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Penghentian sementara itu berdasarkan surat dengan nomor 258/Pl/01.8-SD/3319/2/2024 tertanggal Minggu, 18 Februari 2024 kemarin yang ditandatangani oleh Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol.

Penghentian sementara rekapitulasi penghitungan suara untuk memastikan kualitas data SIREKAP.

Terkait dengan hal itu, Pemerhati Pemilu yang juga seorang pengacara dari Kabupaten Kudus, Amat Soleh menyebut bahwa pemberhentian sementara rekapitulasi penghitungan perolehan suara menunjukkan bahwa KPU kurang persiapan di bidang teknologi informasi.

Terlebih yang menjadi alasan penundaan penghitungan suara berhubungan dengan Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada (SIREKAP).

Baca Juga :  Jaga Keutuhan Jelang Pemilu, Kudus Kuatkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Ahmad Soleh atau Babe Setyawan (Foto:Istimewa)

“Mereka kurang profesional karena tidak mempersiapkan diri ketika terjadinya masalah,” kata Ahmad Soleh atau lebih dikenal dengan Babe Setyawan saat dihubungi melalui telepon pada Senin 19/02/2024 sore.

Pihaknya pun mempertanyakan alasan KPU menghentikan sementara proses rekapitulasi.

“Apakah ini benar-benar murni ada persoalan di IT (Information and Technology) atau ada maksud dan tujuan yang lain,” ujarnya.

Agar tidak terjadi hal yang merugikan pihak manapun, Soleh berharap adanya kajian serta penyelidikan lebih lanjut mengenai keputusan KPU tersebut.

“Tentunya harus dilakukan investigasi, ada apa sebenarnya dengan IT KPU,” pungkasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
86 Pemilih Luar Negeri Dicoktas, Bawaslu Kudus Terjunkan Tim Pengawas
Cetak Generasi Peduli Demokrasi, Bawaslu Kudus Lantik Pengurus Saka Adhyasta Pemilu 2026-2027
Mini Survey Aspirasi Masyarakat Dilakukan PD Muhammadiyah Jelang Pilkada
Gandeng PWI Kudus, Bawaslu Lakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pilkada 2024
Jalin Sinergitas Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Kudus Terima Kunjungan Kapolres Kudus
Tidak Ada Titipan Atau Rekomendasi Untuk Jadi Pengawas Kecamatan
Masih ada Waktu, KPU Kudus Buka Pendaftaran PPS Pilkada 2024
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:18 WIB

86 Pemilih Luar Negeri Dicoktas, Bawaslu Kudus Terjunkan Tim Pengawas

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:07 WIB

Cetak Generasi Peduli Demokrasi, Bawaslu Kudus Lantik Pengurus Saka Adhyasta Pemilu 2026-2027

Rabu, 21 Agustus 2024 - 14:08 WIB

Mini Survey Aspirasi Masyarakat Dilakukan PD Muhammadiyah Jelang Pilkada

Selasa, 6 Agustus 2024 - 13:57 WIB

Gandeng PWI Kudus, Bawaslu Lakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pilkada 2024

Berita Terbaru