Jurnalpantura.id, Kudus – Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus Wisnu Ngudi Wibowo meminta masyarakat maupun Pejabat di Kudus untuk mewaspadai modus penipuan dengan mencatut nama pimpinan Kejaksaan Negeri Kudus.
Hal ini diungkapkan Wisnu setelah menerima laporan adanya salah satu pejabat di Kudus pada Jum’at 16/02/2024 dihubungi nomor tidak dikenal agar pejabat tersebut menghubungi dirinya.
Salah satu pejabat yang dihubungi adalah Kepala Bidang (Kabid) Olahraga pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Widhoro Heriyanto.
Pihaknya tidak pernah meminta seseorang untuk menghubungi siapa-siapa. Ia pun memastikan, nomor yang dimilikinya hanya satu dan bukan yang dikirimkan sosok Dani,” kata Wisnu saat dihubungi media ini. Jum’at 16/02/2024 sore.
Wisnu menilai, apa yang terjadi pada Widhoro merupakan salah satu modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
“Menurut saya itu penipuan,” terang Wisnu.
Untuk itu, Wisnu berharap, kejadian yang menimpa Widhoro tidak terjadi pada siapapun lagi.

“Dengan kejadian ini, semoga masyarakat Kudus bisa lebih waspada dengan modus-modus penipuan semacam itu,” ujarnya.
Sementara itu, Widhoro Heriyanto menjelaskan tiba-tiba saja ada sebuah nomor yang menghubunginya mengatasnamakan diri sebagai Dani dengan nomor 0822-1365-6114 mengirim pesan.
“Ijin pak, saya Dani dari kejaksaan negeri Kudus.trmhksh.” tulis seseorang yang mengaku Dani ke Widhoro.
Karena tidak menjawab pesan masuk tersebut, Danipun kemudian menghubungi Widhoro via panggilan suara.
Selama 53 detik keduanya berbicara melalui sambungan telepon, setelah itu, Dani kembali mengirim pesan ke Widhoro.
“No Pak Wisnu 0812-9341-8959 Kasi Intel Kejari Kudus. Sebelum di hub, harap di infokan via wa ke pan kasi Intel.trmhksh,” kata Dani pada Widhoro.
Mendapat pesan itu, Widhoro pun membalas dengan mengucapkan terima kasih. Ia pun kemudian menyimpan nomor yang dikirim Dani tersebut dengan nama Pak Wisnu Kasi Intel Kajari Kudus. Lalu muncul foto profil logo kejaksaan dalam nomor tersebut.
Selang beberapa saat, Widhoro menyadari bahwa ada hal aneh dalam pesan yang baru saja ia dapatkan. Kemudian, Widhoro memutuskan untuk tidak menghubungi nomor yang dikirim Dani sebelumnya.
“Belum sempat saya menelepon, ada perasaan gak enak. Terus saya gak jadi menelpon nomor itu. Dan menginfokan hal ini kepada teman-teman agar tidak ada yang tertipu,” pungkasnya. (J02/A01)










