Tujuh Hari “Kemaruk” Tampilkan Keserakahan Manusia Lewat Seni Rupa

- Jurnalis

Sabtu, 11 November 2023 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama tujuh hari, pameran Seni Rupa digelar (Foto:JP)

Selama tujuh hari, pameran Seni Rupa digelar (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pameran bertajuk “KEMARUK” menampilkan hasil karya tiga perupa senior asal Kabupaten Pati yang dipamerkan selama tujuh hari, 04-10/11/2023 di Warung Joglo Sawah, Besito Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

“Kemaruk” mengisahkan potret-potret atas sifat manusia yang rakus dan serakah. Sifat itu digambarkan oleh ketiga seniman kondang, Imam Bucah, Imam Tohari dan Putut Pasopati, merespons keserakahan manusia yang makin menjadi-jadi.

“Gagasan dari pameran ini itu menyikapi kondisi sosial, kondisi sekarang yang semakin banyak orang kemaruk,” kata Imam Tohari, salah satu seniman yang menggelar Pameran Bertiga, Jum’at 10/11/2023.

Pameran tersebut juga berisi kritik sosial atas kondisi alam dan lingkungan sekitar yang semakin rusak. Dari segi visual karya, kata Imam Tohari, sudah berisi pesan-pesan untuk para pembaca.

“Manusia semakin “KEMARUK” atas keinginan yang tanpa batas. Potret kemaruknya manusia untuk melayani keinginan-
keinginan menjadi judul pameran ini,” jelasnya.

Baca Juga :  200 Tukang Ojek Wisata Terima Wejangan Kapolres dan Bupati Demak

Senada dengan hal itu, Putut Pasopati berharap pameran bertiga ini dapat memantik kesadaran masyarakat untuk menciptakan keseimbangan alam, aktivitas dan sosial.

Pameran tersebut juga diharapkan dapat menjadi titik dinamika yang menggerakkan kesenian Pantura lebih masif lagi.

“Harapan kami ada dinamika yang lebih, menggerakkan temen-temen di Pantura dan menghidupkan titik kota dengan aktivitas seni,” harap Putut.

Pegiat Perupa Kudus (PAKU), Subiyarto Mahardiko, mengapresiasi terselenggaranya pameran bertiga “Kemaruk” ini. Menurutnya ruang-ruang semacam ini perlu digerakkan lebih dalam rangka memberikan kesempatan para seniman di wilayah Muria untuk menampilkan karyanya.

“Dalam dalam bahasa jawa, Unjal
ambegan, berhenti sejenak kemudian melajutkan proses berkesenian lagi. Sekaligus menghidupkan kantong-kantong seni di Karesidenan Pati, mulai sekup kecil dulu,” ungkap laki-laki yang karib disapa Totok itu. (J02/A01)

Berita Terkait

KKN 155 UIN Sunan Kudus Edukasi Anti-Bullying, Siswa SDN 1 Jatiurip Diajak Saling Menghargai
Dukung Mahasiswa Berprestasi, Pemkab Kudus Siapkan 15 Kuota Beasiswa
Insinerator Sederhana Karya Mahasiswa KKN UMKU Diresmikan Bupati Kudus, Solusi Pengelolaan Sampah Praktis Ramah Lingkungan
Gas Air Mata Tembus ke Rumah Warga Hingga Tempat Ibadah, Ini Penjelasan Kapolres Kudus
TMMD Sengkuyung III Kodim 0718/Pati Tuntaskan Berbagai Pembangunan Fisik dan Non-Fisik
Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD
TMMD ke-125 Diresmikan, Beri Manfaat Langsung Bagi Masyarakat
Belum Dimulai, Car Free Night di Kudus Sudah Dimanfaatkan Oknum Makelar untuk Jual Lapak
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KKN 155 UIN Sunan Kudus Edukasi Anti-Bullying, Siswa SDN 1 Jatiurip Diajak Saling Menghargai

Rabu, 15 April 2026 - 15:01 WIB

Dukung Mahasiswa Berprestasi, Pemkab Kudus Siapkan 15 Kuota Beasiswa

Selasa, 30 Desember 2025 - 06:05 WIB

Insinerator Sederhana Karya Mahasiswa KKN UMKU Diresmikan Bupati Kudus, Solusi Pengelolaan Sampah Praktis Ramah Lingkungan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:18 WIB

Gas Air Mata Tembus ke Rumah Warga Hingga Tempat Ibadah, Ini Penjelasan Kapolres Kudus

Kamis, 21 Agustus 2025 - 14:51 WIB

TMMD Sengkuyung III Kodim 0718/Pati Tuntaskan Berbagai Pembangunan Fisik dan Non-Fisik

Berita Terbaru