707 Atlet Muda dari Delapan Negara Ramaikan MilkLife Superliga Junior 2026 di Kudus

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semangat para pebulutangkis muda mewarnai hari pertama penyelenggaraan MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin, 2 November 2026. (Foto: Istimewa)

Semangat para pebulutangkis muda mewarnai hari pertama penyelenggaraan MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin, 2 November 2026. (Foto: Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi bersama PBSI dan MilkLIife menyelenggarakan turnamen bulutangkis junior beregu bertajuk MilkLife Superliga Junior 2026 yang dihelat di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah pada 2 hingga 8 November 2026.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 707 pebulutangkis muda yang berasal dari delapan negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, China, China Taipei, Polandia, dan Amerika Serikat. Mereka akan berjuang meraih podium tertinggi sekaligus memperebutkan total hadiah senilai lebih dari Rp1,4 Miliar.

MilkLife Superliga Junior 2026 merupakan kompetisi yang mengusung format pertandingan beregu putra dan putri seperti Piala Thomas dan Uber. Tahun ini, MilkLife Superliga Junior 2026 membidik empat kategori usia U-13, U-15, U-17, dan U-19 baik putra maupun putri.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menuturkan, penyelenggaraan MilkLife Superliga Junior 2026 bertujuan memberikan pengalaman bertanding dengan format beregu bagi pebulutangkis muda di Indonesia.

Dengan jam terbang yang dipupuk sejak dini, para atlet akan terasah baik dari sisi mental dan kemampuan ketika berlaga di panggung yang lebih tinggi.

“Kami menginisiasi penyelenggaraan turnamen beregu dari berbagai kelompok usia di MilkLife Superliga Junior ini karena ajang kompetisi beregu di tingkat internasional sangat minim di level junior. Padahal, ini merupakan wadah penting untuk menguji ketahanan mental para atlet muda di bawah tekanan. Melalui simulasi tekanan mental saat latihan maupun kompetisi beregu yang ketat, kita dapat mengidentifikasi atlet yang memiliki ketahanan mental stabil dan tidak mudah goyah ketika menghadapi situasi kritis di lapangan,” kata Yoppy.

Ia menuturkan, salah satu dampak positif bagi atlet muda mengikuti Superliga Junior tercermin dalam gelaran Asian Games 2026, akhir September lalu. Di nomor beregu putra, skuad Indonesia berhasil comeback atas China 3-2 dan mengakhiri puasa gelar selama 28 tahun usai meraih medali emas.

“Kalau diperhatikan, di dalam skuad Indonesia Asian Games kemarin, ada nama-nama seperti Moh Zaki Ubaidillah serta Leo Rolly/Daniel Marthin yang terlebih dahulu merasakan atmosfer pertandingan beregu melalui Superliga Junior. Terbukti, pengalaman bertanding beregu di usia muda tersebut dapat berkontribusi positif ketika berjuang membela Indonesia di ajang yang lebih tinggi. Dan kami berharap, langkah mereka juga dapat diikuti oleh para juniornya saat ini,” Yoppy menjelaskan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Superliga, Achmad Budiharto, mengatakan MilkLife Superliga Junior 2026 akan diselenggarakan lebih kompetitif dengan melibatkan klub-klub mancanegara di tiga kategori pertandingan yakni U-15, U-17 dan U-19 baik putra dan putri.

“Berbeda dari tahun sebelumnya di mana perwakilan negara lain bertanding di U-17 dan U-19, untuk tahun ini penyelenggara memperluas kesempatan bagi perwakilan negara lain untuk bertanding di U-15. Tujuannya agar pemain muda Indonesia mendapatkan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet mancanegara di usia yang lebih dini sehingga mereka memiliki cukup bekal menghadapi atlet asing di kejuaraan beregu di masa mendatang,” jelas Budiharto.

Selain itu, MIlkLife Superliga Junior 2026 juga mengadopsi sistem perhitungan poin terbaru dari BWF yakni 3×15 rally point system.

“Meski BWF baru akan menerapkannya pada Januari 2027, tetapi kami sudah mulai menguji coba sistem ini. Tujuannya untuk membantu para pemain muda beradaptasi lebih cepat terhadap sistem durasi permainan yang lebih pendek,” kata Budiharto.

Para peserta MilkLife Superliga Junior 2026 akan bertarung guna memperebutkan berbagai piala bergengsi. Di kategori U-13, Piala Tontowi Ahmad akan menjadi milik kampiun sektor putra sementara Piala Liliyana Natsir bagi sektor putri.

Selanjutnya, di nomor U-15 Putra, 12 klub yang terdiri dari PB Djarum, Jaya Raya, Mutiara Cardinal, Talenta Manado, Champion Klaten, Victory Bandung, Suryanaga, Champion Kudus, Bukit Jalil Sports School (Malaysia), C.Y. Foundation Badminton (China Taipei), Singapore Badminton Academy dan Henan Province China akan bersaing untuk membawa pulang Piala Sigit Budiarto.

Adapun di U-15 Putri, 12 klub yang berpartisipasi yaitu PB Djarum, Taqi Arena, Mutiara Cardinal, Champion Klaten, Talenta Manado, Champion Kudus, Exist, Bukit Jalil Sports School (Malaysia), C.Y. Foundation Badminton (China Taipei), Singapore Badminton Academy, dan Henan Province China akan berjuang demi meraih Piala Maria Kristin Yulianti.

Baca Juga :  Borong 16 Emas, PB Djarum Pertahankan Gelar Juara Umum Polytron Gubernur Cup 2024

Berikutnya, di sektor U-17 Putra, Piala Haryanto Arbi akan menjadi simbol bagi sang juara yang akan diperebutkan oleh PB Djarum, Pelatprov Jatim, Jaya Raya, Gideon Badminton Academy, Mutiara Cardinal, Champion Klaten, Bukit Jalil Sports School (Malaysia), C.Y. Foundation Badminton (China Taipei), Singapore Badminton Academy, Exist, Henan Province China, dan Global Badminton Academy (Amerika Serikat).

Sedangkan Piala Yuni Kartika menjadi persembahan bagi juara U-17 Putri yang dibidik oleh PB Djarum A, PB Djarum B, Pelatprov Jatim, Gideon Badminton Academy, Mutiara Cardinal, Exist, C.Y. Foundation Badminton (China Taipei), Singapore Badminton Academy, Global Badminton Academy (Amerika Serikat), dan Polish Team (Polandia).

Adapun di nomor U-19 Putra, Piala Liem Swie King sudah menanti untuk diangkat oleh sang juara dan Piala Susy Susanti untuk juara U-19 Putri.

Di dua kategori ini, tujuh tim dengan komposisi empat klub Indonesia yaitu PB Djarum, Pelatprov Jatim, Jaya Raya, dan Power Rajawali, dan tiga tim asing, yakni C.Y. Foundation Badminton (China Taipei), Philippine, dan Hennan Province China akan bertarung habis-habisan menapaki tangga juara.

Head of Business Unit – Dairy dari Savoria, selaku produsen MilkLife, Didiet Fadriana Abdulkadir, memberikan apresiasi kepada para pebulutangkis muda yang akan berjuang penuh semangat di tengah arena.

Ia berpesan, pengalaman yang dipetik ketika mengikuti MilkLife Superliga Junior 2026 dapat menjadi pijakan untuk berprestasi lebih tinggi lagi di masa mendatang.

“Selamat bertanding kepada para peserta. Jadikan ajang ini bukan hanya turnamen meraih gelar juara, tetapi juga sebagai wahana mengasah mental dan meningkatkan kemampuan bertanding sehingga kelak dapat memberikan prestasi yang lebih cemerlang di panggung dunia,” tutur Didiet.

Kehadiran China Bikin Peta Persaingan Semakin Dinamis

Manager Tim PB Djarum Fung Permadi, menyoroti peta persaingan yang tersaji di MilkLife Superliga Junior 2026. Menurutnya, absennya salah satu kekuatan tradisional, yakni Thailand serta kehadiran debutan internasional, China, membuat peta persaingan tahun ini menjadi sangat dinamis.

Untuk itu, target PB Djarum akan fokus pada esensi utama pembinaan usia muda di pertandingan sistem beregu. Pengalaman bertanding di level kompetitif tinggi diharapkan menjadi modal penting untuk regenerasi atlet nasional.

“Absennya tim-tim kuat asal Thailand seperti Banthongyord Badminton School membuat dinamika kompetisi sedikit bergeser, meski kami tetap mewaspadai keikutsertaan negara kuat lainnya seperti China dan China Taipei. Target utama kami bukan sekedar memburu gelar, melainkan memberikan jam terbang dan pengalaman bertanding beregu sedini mungkin kepada para atlet. Pengalaman penting ini dipersiapkan agar mereka siap mental ketika kelak mewakili Indonesia di kancah internasional,” ujar Fung Permadi.

Tahun lalu, PB Djarum berhasil mengamankan dua gelar juara yakni U-15 Putra dan U-19 Putra. Dominasi di sektor putra ini akan berusaha dipertahankan. Radithya Bayu Wardhana yang baru saja menyandang titel juara di ajang BWF World Junior Championship 2026, kini diandalkan di sektor U-19 Putra.

“Sejauh ini, menurut saya rival terberat adalah PB Jaya Raya untuk tim Indonesia. Kalau tim negara luar, kami belum tahu permainannya seperti apa. Tapi, apapun itu, saya berharap dapat memberikan penampilan yang maksimal dan bisa menyumbang poin untuk tim dan memberikan gelar juara bagi PB Djarum,” tutur Radithya.

Sementara itu, di sektor putri, atlet PB Djarum U-19 Putri, Atresia Naufa Candani, tetap optimistis ia dan timnya dapat meraih hasil optimal. Menurutnya, keberanian dan kekuatan mental saat menghadapi tekanan di lapangan menjadi faktor penting yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan.

“Menurut saya, lawan terberat di turnamen ini mungkin berasal dari klub luar negeri. Namun, chemistry di tim kami juga sudah terbentuk karena sebelumnya kami cukup sering mengikuti turnamen beregu dengan pemain-pemain yang sebagian besar sama. Dari segi teknik kami tidak kalah dari pemain-pemain luar negeri. Pada akhirnya, pemain yang memiliki mental lebih berani akan mampu mengatasi tekanan dan situasi pertandingan di lapangan. Saya juga yakin kami mampu menjadi juara karena itulah targetnya,” ujar Atresia. (J05/A01)

Berita Terkait

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Indonesia Bawa Pulang Tiga Emas
Tantang Dong Tian Yao di Final, Richie Duta Richardo Pasang Target Juara Indonesia Masters 2026
Tekuk Wang Tzu Wei Dua Gim Langsung, Richie Richardo Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026
Anthony Ginting Tersingkir, Richie Duta Richardo Melaju di Indonesia Masters 2026
Anthony Ginting Melaju ke Babak 16 Besar Indonesia Masters 2026, Siap Hadapi Richie Duta Richardo
Debut di Level Super 100, Oei Louisa Amankan Tiket Babak Utama Indonesia Masters 2026
Atlet 16 Negara Adu Kekuatan di Kudus, Indonesia Masters 2026 Siap Bergulir
Lima Hari Berjuang, 36 Pebulutangkis Muda Raih Tiket Menuju Karantina PB Djarum Kudus 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:50 WIB

707 Atlet Muda dari Delapan Negara Ramaikan MilkLife Superliga Junior 2026 di Kudus

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polytron Kudus Indonesia Masters 2026: Indonesia Bawa Pulang Tiga Emas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Tantang Dong Tian Yao di Final, Richie Duta Richardo Pasang Target Juara Indonesia Masters 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Tekuk Wang Tzu Wei Dua Gim Langsung, Richie Richardo Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Anthony Ginting Tersingkir, Richie Duta Richardo Melaju di Indonesia Masters 2026

Berita Terbaru