Warga Kumpulkan Koin, Bantu Mulyadi Bayar Denda 5 Juta

Peristiwa, Sosial289 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Sebagi bentuk aksi empati atas tragisnya kasus yang menimpa Mulyadi. Warga Desa Singocandi melakukan penggalangan dana untuk pembayaran denda yang dijatuhkan pada buruh pabrik tahu tersebut. Di depan Balai Desa, warga simpatisan Mulyadi membawa kotak yang bertuliskan “Koin Peduli Pak Mul” meminta sumbangan sukarela kepada setiap pengendara yang melintas.

Pemuda Singocandi berkeliling kampung mengumpulkan koin untuk membantu Mulyadi membayar denda (Foto : Aik)

Tak hanya itu, pada sore harinya. Sejumlah simpatisan juga berkeliling desa, mengetuk satu persatu rumah warga untuk menggalang bantuan. Soleh Syakur, Ketua RW 01 Desa Singocandi mengaku keluarga Mulyadi merupakan masyarakat dengan perekonomian yang lemah. Vonis hakim 3 bulan penjara dan denda Rp. 5 juta, tentu sangat memberatkan keluarga Mulyadi.

“Setelah Mulyadi dipenjara, untuk sehari-hari mereka makan saja susah dan harus dibantu oleh tetangga. Apalagi untuk membayar denda sebesar Rp. 5 juta. Pastinya mereka tidak mampu. Oleh karenanya, kami berusaha menggalangkan dana untuk membatu keluarga melunasi denda yang jatuhkan pada Mulyadi,” tegasnya.

Kusni (43) istri Mulyadi yang ditemui media ini di kediamannya membenarkan ucapan Soleh Syakur. Diuangkapkannya, selama Mulyadi ditahan, banyak tetangga yang membantunya dalam memberikan makanan, menguatkan hati hingga membiayai sekolah kedua anaknya.

Peran Mulyadi sebagai tulang punggung keluarga, kini harus dilepaskannya untuk menjalani masa tahanan di penjara. Penahanan Mulyadi, menjadikan perekonomian keluarganya merosot tajam karena tidak ada lagi orang yang memberikan mereka nafkah. Dari uluran tangan tetangganyalah, keluarga kecil itu bertahan hidup.

Ibu Kusni istri dari Mulyadi saat menceritakan kejadian yang dialami suaminya kepada awak media yang mengunjungi kediamannya (Foto : Aik)

Kusni didampingi dengan beberapa tetangganya menceritakan jika anak pertamanya yang kini duduk di Kelas 11 SMA sempat ingin berhenti sekolah dan ingin bekerja untuk menggantikan peran Ayahnya (Mulyadi) mencari nafkah. Beban tunggakan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) anaknya hingga beberapa bulan, juga sempat membuat Kusni kewalahan. “Alhamdulillah kemarin tetangga ada yang membantu melunasi biaya pendidikan anak saya,” ujarnya.

“Kami sesama rakyat kecil yang buta hukum tidak dapat membantu banyak terhadap kasus yang menimpa Mulyadi. Kami sebagai tetangga hanya bisa menguatkan hati Kusni dan anak-anaknya atas musibah yang menimpa Mulyadi. Sedikit makanan dan uang yang kami berikan, semoga bisa menguatkan mereka selama Mulyadi didalam tahanan. Semua ini kami lakukan atas tuntutan hati nurani, bukan karena apapun,” jelas Sulhadi tetangga Mulyadi, saat ditemui media ini tengah berkunjung ke rumah terdakwa. (J12/A02)

Komentar