Update Banjir Kudus: 6.886 Rumah Terendam dan 45.691 Jiwa Terdampak

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengendara motor harus menuntun saat melewati jalan di Desa Jojo (Foto:JP)

Pengendara motor harus menuntun saat melewati jalan di Desa Jojo (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus –  Banjir yang melanda Kabupaten Kudus akibat cuaca ekstrem terus meluas. Hingga Kamis (15/1/2026) pukul 17.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 6.886 rumah warga terendam banjir dengan 45.691 jiwa terdampak di berbagai wilayah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan bencana hidrometeorologi tersebut dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kudus sejak Jumat (9/1/2026), disertai meluapnya sejumlah sungai serta meningkatnya debit air kiriman dari daerah hulu.

“Berdasarkan data terakhir, bencana tercatat terjadi di 9 kecamatan dan 64 desa. Jumlah warga terdampak mencapai 581 kepala keluarga atau 45.691 jiwa,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, banjir menjadi kejadian paling dominan dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi area persawahan seluas 3.438,84 hektare serta mengganggu akses jalan di sejumlah titik.

Selain banjir, BPBD Kudus juga mencatat adanya 127 titik tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan, terutama di wilayah perbukitan Kecamatan Gebog dan Dawe. Peristiwa longsor tersebut mengakibatkan 33 rumah terdampak serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah akses jalan desa.

Baca Juga :  Ambrol Terbawa Arus, Jembatan Penghubung Masin-Sudo Segera Dibangun

Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang turut memicu bencana lain, di antaranya 14 pohon tumbang, 7 kendaraan rusak, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.

Dalam bencana ini, BPBD Kudus mencatat adanya korban jiwa. Sebanyak dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan air, sementara satu orang meninggal akibat tertimbun longsor.

Eko menambahkan, BPBD Kudus bersama TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah desa, serta relawan terus melakukan penanganan darurat di lapangan. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga terdampak, pendirian dan operasional dapur umum, pendistribusian bantuan logistik, serta asesmen dan pembaruan data secara berkala.

“Sebagian warga terpaksa mengungsi. Saat ini tercatat 581 kepala keluarga atau 1520 jiwa berada di titik-titik pengungsian yang telah disiapkan,” jelasnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat
Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak
Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak
Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh
Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui
Angin Kencang Terjang Undaan di Tengah Malam, Belasan Atap Rumah Warga Porak Poranda
Banjir di Kudus Mulai Surut, Pengungsi Tersisa 11 Jiwa
Meski Mulai Surut, Banjir Kudus Masih Paksa 2.009 Jiwa Mengungsi
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:57 WIB

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat

Kamis, 30 April 2026 - 19:53 WIB

Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak

Kamis, 9 April 2026 - 19:42 WIB

Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak

Senin, 30 Maret 2026 - 19:25 WIB

Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:10 WIB

Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui

Berita Terbaru