Jurnalpantura.id, Kudus – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus akibat cuaca ekstrem terus meluas. Hingga Kamis (15/1/2026) pukul 17.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 6.886 rumah warga terendam banjir dengan 45.691 jiwa terdampak di berbagai wilayah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan bencana hidrometeorologi tersebut dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kudus sejak Jumat (9/1/2026), disertai meluapnya sejumlah sungai serta meningkatnya debit air kiriman dari daerah hulu.
“Berdasarkan data terakhir, bencana tercatat terjadi di 9 kecamatan dan 64 desa. Jumlah warga terdampak mencapai 581 kepala keluarga atau 45.691 jiwa,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, banjir menjadi kejadian paling dominan dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi area persawahan seluas 3.438,84 hektare serta mengganggu akses jalan di sejumlah titik.
Selain banjir, BPBD Kudus juga mencatat adanya 127 titik tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan, terutama di wilayah perbukitan Kecamatan Gebog dan Dawe. Peristiwa longsor tersebut mengakibatkan 33 rumah terdampak serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah akses jalan desa.
Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang turut memicu bencana lain, di antaranya 14 pohon tumbang, 7 kendaraan rusak, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.
Dalam bencana ini, BPBD Kudus mencatat adanya korban jiwa. Sebanyak dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan air, sementara satu orang meninggal akibat tertimbun longsor.
Eko menambahkan, BPBD Kudus bersama TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah desa, serta relawan terus melakukan penanganan darurat di lapangan. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga terdampak, pendirian dan operasional dapur umum, pendistribusian bantuan logistik, serta asesmen dan pembaruan data secara berkala.
“Sebagian warga terpaksa mengungsi. Saat ini tercatat 581 kepala keluarga atau 1520 jiwa berada di titik-titik pengungsian yang telah disiapkan,” jelasnya. (J02/A01)










