Jurnalpantura.id, Kudus — Upaya pembersihan saluran air di sekitar Pasar Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, mulai menunjukkan hasil yang positif.
Genangan air yang sebelumnya sering mengganggu aktivitas pasar saat hujan, kini lebih cepat surut, bahkan hanya dalam waktu satu jam setelah hujan reda.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, Andi Imam Santosa, menjelaskan bahwa genangan air selama ini terjadi karena posisi pasar berada di daerah cekungan serta saluran air di sekitarnya mengalami penyumbatan.
Oleh karena itu, pembersihan menjadi solusi mendesak untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kalau biasanya bisa berjam-jam baru surut, setelah dilakukan pembersihan kemarin, dalam waktu satu jam air sudah kering,” ujar Andi, Sabtu, 24/5/2025.
Ia menyebut bahwa pembersihan dilakukan secara gotong-royong oleh tim gabungan dari Disdag, Dinas PUPR, BPBD, pemerintah desa, serta paguyuban pedagang.
Kegiatan pembersihan tersebut berlangsung pada 16 Mei 2025, sebagai respons terhadap kondisi akses jalan menuju Pasar Kalirejo yang kerap tergenang saat musim hujan.
Air yang tidak mengalir dengan lancar sebelumnya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pedagang dan pengunjung pasar.
Saat dibersihkan, saluran air ditemukan penuh dengan endapan lumpur yang menyumbat jalur aliran.
Penyumbatan ini menjadi penyebab utama air menggenang hingga ke jalan utama pasar, terutama pada hari-hari pasaran seperti Pahing dan Kliwon, saat aktivitas pasar sedang ramai.
Sebelumnya disampaikan oleh Kabid Pasar Disdag Kudus, Albertus Harys Yunanto bahwa genangan air dengan ketinggian hingga setumit kaki memang terlihat sepele, namun cukup mengganggu aktivitas jual beli.
Pasar Kalirejo sendiri menjadi tumpuan penghidupan bagi sekitar 600 pedagang, sehingga kebersihan dan kelancaran akses menjadi hal penting.
Meski belum ada rencana perbaikan menyeluruh terhadap saluran air tahun ini, Harys menegaskan bahwa kegiatan pembersihan rutin akan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air.
“Masih sebatas bersih-bersih rutin, tapi kami sudah memasukkan ke daftar kebutuhan perbaikan ke depannya,” pungkasnya. (J05/A01)










