Jurnalpantura.id, Kudus – Guna memastikan kesesuaian takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di mesin pengisian BBM yang dijual oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU) di beberapa wilayah di Kabupaten Kudus. Tim gabungan Dinas Perdagangan dan Polres Kudus, Rabu 15/05/2019 melakukan inspeksi dadakan (Sidak) di sejumlah Stasiun SPBU di Kabupaten Kudus.
Suharto, Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan yang menjadi Koordinator dalam sidah tersebut mengatakan sidak tersebut dilakukan guna mencegah kecurangan takaran BBM yang mengakibatkan kerugian pada konsumen. Sidak yang dilakukan dari pukul 09.00 itu menyasar kesejumlah SPBU yang terletak di jalur pantura.
“Ada tiga SPBU yang hari ini kita sidak yani SPBU Payaman, Ngembal Kulon dan Tanjungkarang. SPBU ini kita pilih karena letaknya di jalur lingkar barat Kudus, yang mana jalan tersebut menjadi jalur utama arus mudik dari Semarang – Surabaya,” jelasnya.
Dalam sidak tersebut, tim melakukan pengukuran ulang terhadap BBM yang keluar dari beberapa nozel. Dari hasil sidak, Suharto mengungkapkan bahwa selisih yang didapatkan oleh tim pengecekan maksimal minus takaran yang keluar dari nozel yakni 30 mililiter per 20 liter BBM. Bahkan di SPBU Payaman, tim menemukan selisih takaran bahan bakar jenis solar sebesar 10 mililiter per20 liter.
“Ini tandanya takaran yang ada di tiga SPBU ini sudah tergolong baik. Karena batas tolerasnsi yang ditetapkan oleh Badan Metrologi maksimal 100 mililiter per 20 liter BBM. Biasanya SPBU milik pertamina memang lebih ketat soal ini. Kisaran rata-rata dari Pertamina biasanya 60 mililiter per 20 liter,” paparnya.
Selain melakukan penakaran pada nozel, tim juga melakukan pengecekan pada seluruh mesin takar di SPBU. Pembukaan mesin takar dilakukan guna memastikan semua segel yang dipasang oleh dinasnya setiap kali dilakukan tera ulang masih terpasang rapi.
“Ini adalah cara mudah untuk mengecek adanya indikasi kecurangan oleh petugas SPBU. Tadi saya lihat masih rapi semua stikernya,” ujarnya. Dengan hasil ini, Suharto menyimpulkan jika kondisi seluruh mesin takar dan nozel di SPBU dalam kondisi baik.
Sementara Pengelola SPBU Payaman, Ema Susiati mengatakan, saat ini petugas berkonsentrasi pada pelayanan. Ketersediaan seluruh jenis BBM menjadi salah satu fokus mereka pada tiga pekan menjelang lebaran. Terlebih, permintaan BBM kini mulai meningkat tajam.
“Kalau soal takaran, kami pastikan sesuai. Karena kami rutin melakukan tera ulang pada semua nozel dan mesin takar,” katanya. Untuk pasokan BBM jelang lebaran ini, Ema mengungkapkan masih aman. (J12/A02)










