Tradisi Sewu Kupat Desa Colo Akan Digelar Meriah, Antono: Gandeng 17 Desa se-Kecamatan Dawe

- Jurnalis

Sabtu, 6 April 2024 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi A DPRDKudus M Antono (Foto:J02)

Ketua Komisi A DPRDKudus M Antono (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Tradisi Sewu Kupat akan kembali diselenggarakan oleh warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada tahun ini. Setelah sebelumnya vakum selama 5 tahun atau sejak 2019 lalu lantaran tidak ada yang merawat.

Tradisi yang biasanya digelar pada Lebaran Kupat atau Hari ke-7 Syawal ini, akan digelar secara meriah di Taman Ria Colo. Tradisi yang diwariskan oleh Sunan Muria di Desa Colo sempat digelar meriah sejak tahun 2007 silam.

“Tahun ini kita selenggarakan lagi, setelah sejak tahun 2019 itu berhenti. Nanti kita laksanakan di tanggal 17 April 2024, dengan prosesi yang seperti dulu, ada kirab dari Makam Sunan Muria menuju Taman Ria Colo,” ujar Pegiat Tradisi Sewu Kupan, M Antono.

Antono membeberkan bahwa pada prosesinya, Tradisi Sewu Kupat ini tidak hanya dimeriahkan oleh warga Desa Colo, tapi juga menggandeng 17 desa se-Kecamatan Dawe, paguyuban ojek Colo, serta paguyuban terminal Colo. Total ada sekira 23 gunungan kirab yang dihadirkan.

Baca Juga :  Malam Nisfu Sya’ban, Festival Bodho Beratan di Kaliwungu Kudus Kembali Digelar

“Nanti gunungan ketupat itu akan didoakan dulu di Makam Sunan Muria, kemudian dikirab menuju Taman Ria Colo,” katanya.

Perayaan Sewu Kupat di Desa Colo Kecamatan Dawe merupakan salah satu tradisi Kupatan/Syawalan (Foto:JP)

Selain prosesi tradisi, nantinya akan disediakan pula 4.000 porsi makan ketupat gratis bagi masyarakat umum. Lokasi makan ketupat gratis ini rencananya akan dipusatkan di Taman Ria Colo, usai prosesi tradisi kirab berlangsung.

“Selain itu, juga kita sediakan 1.000 cup kopi untuk masyarakat umum, dan ada juga hiburannya,” tambahnya.

Antono menerangkan, berbagai rangkaian acara telah disusun dengan meriah. Antono juga mengungkapkan, selain acara wajib yakni Kirab Gunungan Kirab, nantinya akan meriahkan pula dengan lomba kreasi gunungan kupat untuk warga setempat.

Kemudian, ada pula pagelaran tari daerah, pagelaran gamelan, pameran UMKM jajanan tradisional, live musik, dan mendatangkan guest star untuk acara hiburannya. Rencananya, rangkaian acara tersebut dipusatkan di Taman Ria Colo, Desa Colo. (J05/A01)

Berita Terkait

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun
Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga
Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan
12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI
Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang
Bulusan 2026 di Kudus Tanpa Tiket, Warga Antusias Rayakan Tradisi Kupatan
Rebutan Berkah di Sewu Kupat Muria, Warga Padati Taman Ria Colo
Ada Makna Dibalik Kirab Kerbau Bule Sebelum Pesta Lomban Jepara
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:35 WIB

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:08 WIB

Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:01 WIB

12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI

Jumat, 24 April 2026 - 14:59 WIB

Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang

Berita Terbaru