oleh

THR PT Djarum Capai Rp 97 Miliar, Untuk 48 Ribu Karyawan

Jurnalpantura.id, Kudus – Perusahaan rokok terbesar di Kudus, PT Djarum  mengawali pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2020 kepada 48.118 orang buruh, baik harian dan borong dengan besaran lebih dari Rp 97,02 Miliar.

Sementara itu Public Affairs Manajer PT Djarum Rahma Mochtar menjelaskan, Pembagian THR ini dilakukan PT Djarum serentak di seluruh wilayah di lima kabupaten, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Demak.

“THR tahun ini mengalami kenaikan sekitar 1,24 persen dibanding THR 2019 sebesar Rp 95,83 miliar,” Kata Rahma Mochtar didampingi Kepala Brak (Gudang Produksi) PT Djarum Bitingan Lama (BL) No.53 Kota Kudus, Reza Abdullah. Selasa 12/05/2020.

Peningkatan THR terjadi selain meningkatnya jumlah buruh, juga karena ada kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Kudus dari Rp 2.044.467 tahun lalu menjadi Rp 2.218.451 pada 2020 ini.

Rahma Mochtar Publik Affairs Manajer PT Djarum didamping Reza Abdullah Kepala Brak Bitingan Lama (BL) 53. (Foto:J02)

Menurutnya, pemberian THR sudah sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 06 tahun 2016 tentang THR Keagamaan. Selain mereka yang masih bekerja, karyawan ter-PHK, sakit atau cuti hamil maksimal 30 hari sebelum hari H lebaran, juga mendapatkan satu bulan gaji. 

THR buruh harian kali ini diberikan kepada 6.774 orang buruh bathil (perapi rokok, red) sebesar Rp 16,01 miliar, dan buruh borong 41.344 orang senilai Rp 81,01 miliar. Mereka tersebar di 23 brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Djarum di Kudus, Rembang, Pati dan Jepara. 

Berbeda dengan tahun lalu, pembagian THR saat ini dengan adanya pandemi Covid-19, perusahaan menerapkan protokol kesehatan wajib cuci tangan dengan sabun, pemakaian masker dan physical distancing.

“Pembagian THR bagi buruh baik harian maupun borong tetap mengikuti Protokol Kesehatan yaitu Physical Distancing dan wajib memakai masker,” Jelas Public Affairs Manajer PT Djarum kepada media.

Suasana ruang kerja gudang produksi telah diatur sedemikian rupa, antar karyawan berjarak lebih satu meter. Pekerjaan dibagi dua shift mulai pukul 05.30 hingga 10.30, serta shift berikutnya pukul 11.00 hingga 16.00.

Mochtar menghimbau THR sebaiknya tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif lebaran. Tetapi sebagian dapat ditabung untuk keperluan lain, seperti kebutuhan anak sekolah. (J02/A01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed