Jurnalpantura.id, Kudus – Salah satu tempat yang ada di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah di jadikan pengungsian terhadap korban bajir turut terendam air, Minggu, 01/01/2023.
Dari pantauan di lapangan, air banjir di kantor balai desa yang juga Posko pengungsian hingga sebetis orang dewasa. Sehingga, dapur umum yang di buat oleh pemerintah desa setempat pun turut terendam banjir.
Sementara itu, untuk pemukiman warga yang terendam banjir ada sekitar 1.800 kartu keluarga. Banjir menggenang di 3 RW sejak, Jumat, 30/12/2022 lalu.
Kepala Desa Temulus, Suharto menjelaskan, ada 1.800 rumah yang terdampak banjir hingga, Minggu, 1 Januari 2023 siang. Namun, warga masih tidak mau di tempatkan ke pengungsian.
Lebih lanjut, untuk air yang masuk ke kantor balai desa ini baru pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB.

“Banjir mulai sejak Jumat kemarin. Pada hari Sabtu ada satu titik ada tanggul yang jebol di sungai Dawe yang melintasi desa kami. Kami telah menyiapkan dua tempat untuk pengusian warga yang mau mengungsi karena saat ini balai desa terendah banjir,” ujar dia.
Lebih lanjut, dua lokasi pengungsian yakni ada di SD 1 Temulus dan juga Madrasah Diniyyah Hidayatussibiyan.
Selain tanggul jebol, sepanjang 100 meter juga terjadi limpasan air sungai di Dukuh Karanggayam tepatnya di RW 1.
“Total ada 3 RW yang terendam banjir. Untuk rata-rata air beda-beda. Ada yang sampai satu meter, ada juga yabg 10-20 centimeter,” jelas dia.
Lanjut Suharto, saat ini pihaknya tengah menyiapkan dapur darurat di Balai Desa Temulus untuk membantu memberikan makanan kepada warga-warga yang sampai saat ini enggan di evakuasi.
Sementara itu, Ketua RT 5/RW 2, Sukaryadi mengatakan, untuk RT 5/RW 2 sudah terendam banjir sejak Jumat dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter.
“Kalau di RT saya belum ada yang mau mengungsi. Tapi mereka pada ke rumah-rumah saudara. Ada juga yang tetap bertahan di rumah karena rumanya sudah tinggi,” kata dia. (J04/A02)










