Jurnalpantura.id, Kudus – Komunitas Penggiat Konservasi Alam Muria (Peka Muria) menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia di kawasan lereng Pegunungan Muria, Kamis 20/11/2025.
Ratusan bibit pohon ditanam di area Sendang Laren Rejenu, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Bersama puluhan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, sebanyak 150 bibit ficus ditanam di sekitar mata air yang menjadi sumber kehidupan bagi warga setempat.
Ketua Peka Muria, Teguh Budi Wiyono, menjelaskan bahwa pihaknya memilih bibit ficus karena kemampuannya menjaga keberlangsungan mata air. Ficus memiliki akar yang kuat, mampu memperbaiki kondisi tanah, serta efektif melindungi kawasan resapan.
“Ficus ini bagus untuk mata air, bagus untuk tanah, dan akarnya kuat. Kami berharap tingkat hidupnya bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat empat titik penanaman yang menjadi fokus peringatan Hari Pohon Sedunia tahun ini, yaitu kawasan agro Jembangan, Sendang Laren, Sewengen Somosari (Jepara), dan Puncak Argolipo.
Setiap lokasi mendapat jatah 150 bibit yang disupport oleh Bhakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
Sejauh ini, Peka Muria telah menanam total 2.300 bibit, terdiri dari pohon ficus dan bambu. “Tahun kemarin kami tanam 1.600 bibit, tahun ini 700 bibit. Untuk bambu totalnya 390 batang,” jelas Teguh.
Menurutnya, fokus konservasi Peka Muria terbagi menjadi dua: penanaman ficus untuk menjaga mata air, dan penanaman bambu di sepanjang aliran sungai guna membantu filtrasi alami.
“Bambu itu bekerja sebagai penyaring alami agar air sungai lebih jernih. Harapan kami, hutan tetap lestari, air tetap mengalir, dan generasi muda terus melanjutkan perjuangan menjaga alam,” tambahnya.
Salah satu peserta, Linda Farikhatul Muti’ (21), membagikan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut. Meski harus melewati medan yang cukup menantang, ia merasa bangga dapat terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan.
“Pengalaman hari ini luar biasa. Medannya curam tapi masih aman bagi pemula seperti saya. Baru pertama kali menanam pohon, rasanya senang sekali,” ungkapnya.
Linda juga menyampaikan terima kasih kepada Peka Muria yang telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi menjaga kelestarian alam.
“Terima kasih kepada Peka Muria dan semua teman yang telah membersamai kegiatan ini,” ujarnya. (J02/A01)










