Jurnalpantura.id, Kudus – Prihatin dengan kondisi area Balai Jagong dijadikan tempat pembuangan sampah oleh orang tidak bertanggungjawab.
Sejumlah aktivis peduli lingkungan secara bergerilya menjaga kawasan olahraga yang ada di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota Kudus.
Tak tanggung-tanggung, tiap malam ada belasan orang yang berjaga untuk menciduk orang-orang yang suka membuang sampah di area publik tersebut.
Kordinator Aktivis Peduli Lingkungan Kudus Mas’ud menyampaikan, aksi yang dilakukan bersama rekan-rekannya itu berawal dari resahnya orang-orang yang berolahraga di area Balai Jagong.
Saat lari lewat sisi Barat Balai Jagong atau jalan menuju Pasar Baru, ditemukan tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat dan mengganggu orang-orang.
“Jadi kami berinisiatif berjaga, jauh dari tempat mereka biasa membuang sampah. Kalau ada yang buang sampah sembarangan, langsung kami datangi,” ujar Mas’ud yang juga merupakan Kepala Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada Sabtu, 19/04/2025.
Dalam dua hari terakhir, para aktivis menemukan 3 orang yang membuang sampah sembarangan di area Balai Jagong. Pada 18 April 2025 sekitar pukul 01.30 WIB, dua orang dari Desa Getaspejaten dan Desa Mejobo ketahuan membuang sampah.

Saat itu, keduanya dihukum untuk berjalan jongkok sambil membawa sampah yang dibawa sejauh 30 meter. Setelah itu, mereka juga diminta push up, sit up, dan back up masing-masing 50 kali.
Terbaru pada Sabtu, 19/04/2025 sekitar pukul 02.30 WIB, ada seorang warga Mlati Kidul yang ditemukan membuang sampah di lokasi yang sama.
Alasannya karena TPS Wergu yang biasanya menjadi tempat membuang sampah sudah ditutup. Jadi memilih membuang sampah ke Balai Jagong.
Menurut Mas’ud, teguran saja tidak cukup bagi mereka yang nekat membuang sampah sembarangan. Harus ada sanksi yang membuat mereka jera dan tidak kembali melakukan hal yang sama.
Sebab itu, sebagai orang yang sering menggunakan Balai Jagong sebagai tempat olahraga sebagaimana mestinya, atas dasar inisiatif pribadi dan tanpa tendensi apapun, mereka rela menjaga Balai Jagong agar tetap bersih serta nyaman untuk olahraga.
“Kami geram kalau banyak sampah menumpuk. Jadi kami ingin mengubah Balai Jagong menjadi bersih dan tidak ada yang membuang sampah sembarangan,” terangnya.
Dirinya berharap, Dinas PKPLH Kudus tidak hanya memasang papan imbauan tapi jua benar-benar terjun langsung dalam menjaga kebersihan lingkunga. Termasuk tidak hanya menegur mereka yang melanggar, tapi langsung memberi sanksi.
“Kami yakin dinas terkait bekerja sama dengan kelurahan/desa bisa menjaga kebersihan lingkungan. Utamanya harus peduli, harus mau bertindak menjaga kebersihan lingkungan dari oknum pembuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Setelah aksi ini, Mas’ud mengungkapkan bahwa kondisi Balai Jagong sekarang makin bersih. Orang-orang yang ingin membuang sampah mulai khawatir terciduk dan dihukum.
“Dengan aksi ini, semoga semakin banyak warga yang peduli dengan lingkungan. Dan bagi pembuang sampah sembarangan, agar jera dan berpikir ulang. Jangan sampai aksinya bang sampah viral kemana-mana,” harapnya. (J02/A01)










