Jurnalpantura.id, Kudus — Empat SMP Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengajukan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara offline atau luring.
Hal ini dilakukan karena daya tampung sekolah-sekolah tersebut belum sepenuhnya terpenuhi setelah proses SPMB online yang digelar sejak 10 Juni hingga 1 Juli 2025. Empat sekolah itu yakni SMP 3 Bae, SMP 4 Bae, SMP 2 Dawe, dan SMP 3 Jekulo.
Dari laporan akhir pelaksanaan SPMB online di Disdikpora Kudus, keempat sekolah itu masih memiliki sisa kuota dengan jumlah bervariasi. SMP 3 Bae hanya kurang satu murid dari kuota 256, sementara SMP 4 Bae masih kekurangan 53 murid.
SMP 2 Dawe diketahui baru terisi 226 dari 256 kursi, menyisakan 30 kuota. Sedangkan SMP 3 Jekulo masih memiliki sisa 18 kuota karena baru diisi 238 calon siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, membenarkan bahwa keempat sekolah tersebut telah mengajukan pelaksanaan SPMB secara offline.
“Termasuk SMP 3 Bae yang hanya kurang satu siswa, semua sudah mengajukan untuk pelaksanaan SPMB secara offline,” jelas Anggun saat dikonfirmasi, Kamis, 3 Juli 2025.
Meski pengajuan sudah diterima, jadwal pelaksanaan SPMB luring masih dalam tahap pembahasan. Namun, Anggun menegaskan bahwa pihaknya akan membuka kesempatan tersebut demi menampung siswa yang belum bisa mengikuti proses pendaftaran online, baik karena kendala teknis maupun keterlambatan verifikasi.
“Ini juga untuk memberi kesempatan bagi calon murid yang kemarin belum bisa membuat akun atau terlambat verifikasi, agar tetap punya peluang mendaftar di sekolah negeri,” lanjutnya.
Disdikpora pun berharap proses luring dapat menjangkau siswa yang sempat terlewat dalam sistem online.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB di SMP 3 Bae, Marjuki, menyampaikan bahwa meski hanya tersisa satu kursi, sekolah tetap ingin memenuhi daya tampung secara maksimal.
“SPMB online dapat 255. Sesuai arahan kepala sekolah, kami tetap mengajukan permohonan ke dinas untuk pemenuhan kuota 256 siswa,” ujarnya. ***










