SPMB Online Belum Penuhi Kuota, Empat SMP Kudus Ajukan Pendaftaran Offline

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahap pemilihan sekolah pada SPMB online di SMP 4 Bae, Kudus. (Foto: J05)

Tahap pemilihan sekolah pada SPMB online di SMP 4 Bae, Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus — Empat SMP Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengajukan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara offline atau luring.

Hal ini dilakukan karena daya tampung sekolah-sekolah tersebut belum sepenuhnya terpenuhi setelah proses SPMB online yang digelar sejak 10 Juni hingga 1 Juli 2025. Empat sekolah itu yakni SMP 3 Bae, SMP 4 Bae, SMP 2 Dawe, dan SMP 3 Jekulo.

Dari laporan akhir pelaksanaan SPMB online di Disdikpora Kudus, keempat sekolah itu masih memiliki sisa kuota dengan jumlah bervariasi. SMP 3 Bae hanya kurang satu murid dari kuota 256, sementara SMP 4 Bae masih kekurangan 53 murid.

SMP 2 Dawe diketahui baru terisi 226 dari 256 kursi, menyisakan 30 kuota. Sedangkan SMP 3 Jekulo masih memiliki sisa 18 kuota karena baru diisi 238 calon siswa.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, membenarkan bahwa keempat sekolah tersebut telah mengajukan pelaksanaan SPMB secara offline.

Baca Juga :  Disdikbud Jateng Larang Study Tour di Sekolah Negeri, Begini di Kudus

“Termasuk SMP 3 Bae yang hanya kurang satu siswa, semua sudah mengajukan untuk pelaksanaan SPMB secara offline,” jelas Anggun saat dikonfirmasi, Kamis, 3 Juli 2025.

Meski pengajuan sudah diterima, jadwal pelaksanaan SPMB luring masih dalam tahap pembahasan. Namun, Anggun menegaskan bahwa pihaknya akan membuka kesempatan tersebut demi menampung siswa yang belum bisa mengikuti proses pendaftaran online, baik karena kendala teknis maupun keterlambatan verifikasi.

“Ini juga untuk memberi kesempatan bagi calon murid yang kemarin belum bisa membuat akun atau terlambat verifikasi, agar tetap punya peluang mendaftar di sekolah negeri,” lanjutnya.
Disdikpora pun berharap proses luring dapat menjangkau siswa yang sempat terlewat dalam sistem online.

Sementara itu, Ketua Panitia SPMB di SMP 3 Bae, Marjuki, menyampaikan bahwa meski hanya tersisa satu kursi, sekolah tetap ingin memenuhi daya tampung secara maksimal.

“SPMB online dapat 255. Sesuai arahan kepala sekolah, kami tetap mengajukan permohonan ke dinas untuk pemenuhan kuota 256 siswa,” ujarnya. ***

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:01 WIB

148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru