Jurnalpantura.id, Kudus – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus sejak Kamis 14/03, hingga hari ini, Jum’at 22/03/2024 telah menewaskan 8 orang warga Kudus.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji mengungkapkan, 8 orang yang dinyatakan meninggal terdiri dari 7 orang meninggal karena tenggelam dan 1 orang tersetrum.
Data terakhir, Munaji mengatakan bahwa ada seorang warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, berusia 41 tahun ditemukan meninggal pada hari Rabu, 20/03/2024 sekitar pukul 10.00 WIB.
“Korban ditemukan meninggal dunia di area perswahan atau barat embung turut Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus,” ungkap Munaji pada Jum’at, 22/03/2024 siang.
Menurut data BPBD Kudus, Munaji menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat seorang saksi melihat korban memasang jaring ikan di TKP atau di area persawahan.
Selang beberapa saat, korban tidak terlihat dan hanya ada pakaian korban yang tergelatak di pinggir tanggul.
Sebab itu, saksi turun ke area perswahan yang tergenang air dengan kedalaman 80 sentimeter tersebut.
“Saat saksi mencari di perairan, kaki saksi mengenai jenazah korban yang tergeletak di dasar air. Lalu saksi berterik meminta tolong kepada para pemancing yang ada di sekitar TKP,” terang Munaji.
Tim dari Puskesmas Jepang dan tim Inafis Polres Kudus langsung datang ke lokasi serta melakukan pemeriksaan.
“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” kata Munaji.
Lebih lanjut, menurut keterangan anak kandung korban, diketahui bahwa korban yang ditemukan meninggal memiliki riwayat penyakit epilepsi dan sudah lama diderita sejak sebelum menikah.
Pihak keluarga juga telah menerima musibah yang menimpa korban serta tidak bersedia dilakukan otopsi. Untuk selanjutnya, korban diserahkan oleh Kapolsek Mejobo kepada keluarganya.
Selain korban meninggal, sebanyak 5.801 warga mengungsi di 36 posko maupun rumah warga. (J02/A01)










