Sepekan Banjir di Kudus, Delapan Warga Dilaporkan Meninggal

- Jurnalis

Jumat, 22 Maret 2024 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi korban tenggelam beberapa waktu lalu (Foto:J02)

Evakuasi korban tenggelam beberapa waktu lalu (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus sejak Kamis 14/03, hingga hari ini, Jum’at 22/03/2024 telah menewaskan 8 orang warga Kudus.

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji mengungkapkan, 8 orang yang dinyatakan meninggal terdiri dari 7 orang meninggal karena tenggelam dan 1 orang tersetrum.

Data terakhir, Munaji mengatakan bahwa ada seorang warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, berusia 41 tahun ditemukan meninggal pada hari Rabu, 20/03/2024 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Korban ditemukan meninggal dunia di area perswahan atau barat embung turut Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus,” ungkap Munaji pada Jum’at, 22/03/2024 siang.

Menurut data BPBD Kudus, Munaji menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat seorang saksi melihat korban memasang jaring ikan di TKP atau di area persawahan.

Selang beberapa saat, korban tidak terlihat dan hanya ada pakaian korban yang tergelatak di pinggir tanggul.

Sebab itu, saksi turun ke area perswahan yang tergenang air dengan kedalaman 80 sentimeter tersebut.

Baca Juga :  Pohon Tumbang di Area Makam Syekh Sadzali Rejenu Kudus, Dua Warung Rusak

“Saat saksi mencari di perairan, kaki saksi mengenai jenazah korban yang tergeletak di dasar air. Lalu saksi berterik meminta tolong kepada para pemancing yang ada di sekitar TKP,” terang Munaji.

Tim dari Puskesmas Jepang dan tim Inafis Polres Kudus langsung datang ke lokasi serta melakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” kata Munaji.

Lebih lanjut, menurut keterangan anak kandung korban, diketahui bahwa korban yang ditemukan meninggal memiliki riwayat penyakit epilepsi dan sudah lama diderita sejak sebelum menikah.

Pihak keluarga juga telah menerima musibah yang menimpa korban serta tidak bersedia dilakukan otopsi. Untuk selanjutnya, korban diserahkan oleh Kapolsek Mejobo kepada keluarganya.

Selain korban meninggal, sebanyak 5.801 warga mengungsi di 36 posko maupun rumah warga. (J02/A01)

Berita Terkait

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat
Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak
Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak
Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh
Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui
Angin Kencang Terjang Undaan di Tengah Malam, Belasan Atap Rumah Warga Porak Poranda
Banjir di Kudus Mulai Surut, Pengungsi Tersisa 11 Jiwa
Meski Mulai Surut, Banjir Kudus Masih Paksa 2.009 Jiwa Mengungsi
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:57 WIB

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat

Kamis, 30 April 2026 - 19:53 WIB

Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak

Kamis, 9 April 2026 - 19:42 WIB

Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak

Senin, 30 Maret 2026 - 19:25 WIB

Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:10 WIB

Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui

Berita Terbaru