Jurnalpantura.id, Kudus – Raut haru dan bahagia nampak dari wajah Ari Wahyu Ning Asih (42) warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Ari yang biasanya tinggal di rumah dengan atap bocor, sehingga air hujan langsung masuk ke dalam rumah, kini mendapatkan bantuan renovasi rumah dari Baznas bersama Kejaksaan Negeri Kudus.
Rumah Ari direnovasi karena sudah nampak sudah tidak layak, dimana atap rumah bolong dan dinding belakang rumah hampir ambles.
Ari menuturkan bahwa setiap kali hujan turun, air langsung masuk ke dalam rumahnya lantaran atapnya bolong. Hal ini sudah berlangsung sejak lama dan dirinya tidak punya biaya untuk memperbaikinya sendiri.
Apalagi dirinya baru saja ditinggal meninggal oleh suaminya pada 19 November lalu.
“Kondisi rumah ya seperti ini, kayu-kayunya sudah pada lapuk, atap pada berlubang. Kalau hujan bocor,” katanya, Jumat (2/12/2022).

Ari mengungkapkan bahwa kini hidupnya hanya bergantung kepada pendapatan laundry. Pendapatannya, hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari dirinya dengan ketiga anaknya.
Ari tidak pernah membayangkan bahwa rumahnya bisa direnovasi.
“Alhamdulillah senang sekali mendapatkan bantuan. Melihat rumah di bangun saya senang sekali,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Ardiansyah menyampaikan bahwa program renovasi rumah tersebut dari Baznas yang bersinergi dengan Kejaksaan Negeri Kudus.
“Jadi program tersebut kami bersinergi dengan Baznas, Lazis NU dan Lazis Mu untuk membantu masyarakat,” jelas Ardian.
Program renovasi rumah ini diharapkan bisa menjadi pemantik untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di Kabupaten Kudus.
Pihaknya pun berkeinginan untuk menyatukan dan menyinergikan antara Baznas, Laziz NU dan Lazis Mu supaya mendata jumlah anak yatim dan kaum dhuafa di Kudus.
Hal tersebut dinilai penting, karena data terkait kemiskinan selalu tidak tepat dan menyebabkan pengentasan kemiskinan di Kudus tidak merata. Oleh karenanya, setelah data tersebut bisa diselaraskan, bantuan yang diberikan akan lebih merata dan tidak terpusat.
“Saat ini pada tahapan pengumpulan data, perlu silaturahmi, ketemu dengan Baznas dan berbagai pihak untuk melakukan hal tersebut,” tutupnya. (J05/A01)










