Jurnalpantura.id, Kudus — Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi di Kabupaten Kudus menggelar aksi damai di depan Markas Polres (Mapolres) Kudus pada Jumat, 29 Agustus 2025 malam.
Aksi ini dipicu oleh peristiwa meninggalnya seorang pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan (21), yang terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob di Jakarta sehari sebelumnya.
Sebagai bentuk duka dan solidaritas, para mahasiswa menyalakan seribu lilin dan mendoakan almarhum Affan. Doa-doa dan tahlil dibaca bersama dengan khusyuk untuk almarhum.
Sebagai bentuk kekecewaan, para mahasiswa juga menempel poster-poster bertuliskan tuntutan untuk Polri. Seperti “Polisi Pembunuh Masyarakat”, “ACAB” (All Cops Are Bastards), dan “Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Ojek Online”, juga ditempelkan di sekitar area aksi.
Aksi ini pun berjalan damai tanpa bentrokan. Bahkan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus, termasuk Bupati Sam’ani Intakoris, Kapolres AKBP Heru Dwi Purnomo, Dandim 0722/Kudus, serta pimpinan DPRD, turut bergabung dengan mahasiswa untuk mendoakan korban.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMK, Abdullah In’am Maulana, menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan di depan Mapolres Kudus ini merupakan pesan kepada Polri agar melakukan reformasi menyeluruh, dari tingkat pusat sampai daerah.
“Kami berharap, Pemkab juga bisa mengatasi masalah-masalah di Kabupaten Kudus secara menyeluruh tanpa arogan,” ujar In’am.
Ia juga menuntut agar Pemkab Kudus ke depannya tidak membungkam atau melarang ketika mahasiswa maupun rakyat bersuara.
Melalui aksi damai malam ini, para mahasiswa berdoa agar almarhum Affan diterima amal baiknya oleh Allah SWT.
“Kami mendoakan saudara kami, Affan Kurniawan yang telah meninggal agar diterima amal baiknya oleh Allah SWT,” kata In’am.
Perwakilan PMII Kudus, Aska Shofi, menegaskan bahwa aksi ini menunjukkan api perjuangan mahasiswa tidak akan padam dalam mengawal perbaikan pemerintahan, khususnya di tubuh Polri.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan rasa syukur atas jalannya aksi yang damai. Atas nama Pemkab dan Forkopimda, pihaknya menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya seorang Ojol, Affan Kurniaan.
“Semoga almarhum diterima di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga almarhum diberi kekuatan,” katanya.
Senada dengan Bupati, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo juga menyampaikan duka cita mendalam.
“Atas nama keluarga besar Polres Kudus, kami turut berbela sungkawa. Semoga amal ibadah korban diterima Allah SWT,” ucapnya.
Usai aksi, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus mengawal seluruh mahasiswa kembali ke rumah masing-masing dengan aman.** (J03/A01)










