Sentil Tren Coffee Street, Lesbumi Kudus Sampaikan Kritik Alih Fungsi Trotoar Melalui Seni

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lesbumi Kudus Sampaikan Kritik tren coffee street lewat penampilan seni di trotoar. (Foto: J05)

Lesbumi Kudus Sampaikan Kritik tren coffee street lewat penampilan seni di trotoar. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) Kudus menggelar aksi seni bertajuk Bisik Bumi di Atas Trotoar di Jalan Pramuka, Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, Minggu, 28/6/2026 sore.

Kegiatan ini menghadirkan live painting, pembacaan puisi, dan musikalisasi puisi sebagai bentuk ekspresi sekaligus kritik terhadap berkurangnya fungsi trotoar akibat maraknya coffee street dan aktivitas perdagangan.

Sejak pukul 16.30 WIB, tiga seniman mulai menuangkan gagasan mereka di atas kanvas yang dipajang di trotoar. Proses melukis berlangsung di hadapan masyarakat dan pengguna jalan yang sesekali berhenti untuk menyaksikan karya seni yang lahir di ruang publik tersebut.

Di sela-sela live painting, para peserta secara bergantian membacakan puisi yang mengangkat beragam keresahan.

Mulai dari refleksi pribadi, kritik sosial, hingga ajakan untuk kembali menghargai lingkungan, seluruh karya sastra itu disampaikan di atas trotoar sebagai simbol ruang publik yang semestinya dapat dinikmati bersama.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Lesbumi Kudus bersama Teater Gerak 11, pelajar, mahasiswa, pegiat teater, serta komunitas seni di Kudus.

Setelah sesi melukis selama sekitar satu jam, acara dilanjutkan dengan musikalisasi puisi yang didominasi penampilan para pegiat sastra muda.

Ketua Lesbumi Kudus, Abud SB Runcing, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni.

Menurutnya, seni dipilih sebagai media untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam sekaligus mengingatkan fungsi ruang publik.

“Di sini kami mengambil tema Bisik Bumi di Atas Trotoar, bagaimana manusia menjaga hubungan baik dengan alam, bumi, dan disuarakan lewat puisi serta lukisan,” ujar Abud.

Baca Juga :  Industri Rokok di Kudus Tak Setuju Tarif Cukai Naik, Berharap Kebijakan Pemerintah Pusat Lindungi Rokok Legal

Ia menilai persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan hutan, pepohonan, maupun sumber air, tetapi juga menyangkut ruang-ruang publik di kawasan perkotaan.

Karena itu, Lesbumi mendorong agar trotoar kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya, yakni sebagai fasilitas bagi pejalan kaki, bukan didominasi aktivitas lain.

Abud juga menyoroti fenomena menjamurnya coffee street di sejumlah ruas jalan utama Kota Kudus. Menurutnya, kondisi tersebut membuat fungsi trotoar dan ruang publik semakin bergeser sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Di sepanjang jalan utama di wilayah kota masih tren street coffee, kemudian alun-alun juga lebih banyak untuk berdagang daripada ruang temu untuk warga Kudus,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tiga karya lukisan dengan karakter berbeda turut dipamerkan. Karya Mondy menampilkan lukisan abstrak yang menggambarkan bisikan bumi yang terabaikan, sementara Khoirul Anam melukiskan figur manusia bersila dengan simbol segitiga sebagai representasi hubungan manusia, alam, dan Tuhan.

Adapun Randy Gita menghadirkan visual Tugu Lingga Yoni Gang yang dimaknai sebagai simbol keyakinan masyarakat terhadap konsep Manunggaling Kawula Gusti. Melalui karya seni dan puisi itu, para peserta berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan.

“Di balik hiruk pikuk kota, alam selalu memberi pesan. Ada bumi yang tak pernah berteriak meskipun terluka, mari berhenti sejenak, mendengar dan mulai peduli terhadap alam yang perlu dirawat,” tambahnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Bupati Kudus Respons Kritik Penanaman Pohon di Jalan, Siap Evaluasi
Uji Labkesda Tak Buktikan Sumur Warga Trengguli Tercemar Limbah IPAL SPPG
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

Minggu, 27 September 2026 - 03:41 WIB

60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton

Berita Terbaru