Pilkada Kudus Diwarnai Isu Politik Identitas, Pengamat : Adu Domba Bukti Lemahnya Pengawasan Penyelenggara Pemilu

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik Hendry Medrofa (Foto:istimewa)

Pengamat Politik Hendry Medrofa (Foto:istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pengamat Politik Herry Mendrofa menilai maraknya black campaign oleh pendukung salah satu paslon bupati-wakil bupati jelang hari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Kudus dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Bahkan saat ini marak akun-akun buzzer yang memposting bernarasikan isu SARA dan berbau pornografi untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Salah satunya, kata dia, kelemahan pengawasan penyelenggaraan pemilu yaitu KPU dan Bawaslu. Hal ini dikarenakan adanya keterjangkauan untuk memitigasi potensi pelanggaran yang sangat minim.

“Penyelenggara Pilkada 2024 sepertinya lebih berfokus pada persoalan menuntaskan teknis pelaksanaan dibandingkan dengan pencegahan pelanggaran. Jadi black campaign di media sosial tidak termitigasi dengan baik,” kata Herry dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu 20/11/2024.

Faktor lainnya, Herry melihat bahwa keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjangkau setiap sudut-sudut potensi pelanggaran. Sehingga menurutnya, hal tersebut harus dievaluasi secara berkala dan konsisten.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa pelanggaran kampanye berupa black campaign atau semacamnya, marak terjadi karena kesadaran dan kualitas kandidat itu berbeda-beda dalam merespons cara berdemokrasi.

“Ada yang memahami pentingnya budaya politik yang edukatif namun tak jarang juga sebaliknya. Belum lagi persoalan lainnya disebabkan oleh uncontrolling terhadap tim kampanye atau bahkan simpatisan,” kata Herry.

Baca Juga :  Masih ada Waktu, KPU Kudus Buka Pendaftaran PPS Pilkada 2024

Namun di satu sisi, black campaign terjadi karena adanya kandidat yang menganggap bahwa dengan cara tersebut, akan mempercepat perubahan preferensi politik publik atau persepsi publik terhadapnya.

Sehingga, menurutnya perlu ada kesadaran dari stakehoder terkait untuk mengembalikan kesadaran budaya politik, budaya demokrasi, budaya kompetisi di Indonesia.

“Jika ruang-ruang publik ini masih mengakomodasi praktek-praktek black campaign atau semacamnya tentunya ini cukup memprihatinkan dan berpotensi dapat menimbulkan konflik dan adu domba masyarakat oleh oknum paslon yang haus kekuasaan,” kata dia.

Menurutnya, semua elemen mulai dari tim sukses (timses) hingga aparat penegak hukum seharusnya memiliki inisiatif untuk membangun kesadaran politik yang sehat di kalangan masyarakat, tak hanya KPU dan Bawaslu.

“Pengawasan dari semua elemen perlu yaa. Bukan hanya KPU, Bawaslu saja. Aparat hukum, tim sukses, masyarakat harus punya inisiatif membangun kesadaran berpolitik sehat dan berkualitas,” ujarnya. (J02/A01)

Berita Terkait

Unggul di Pilkada Kudus, Samani-Bellinda: Sudah Tidak Ada 01 dan 02, Tapi 3 Persatuan Indonesia
Didik HS: Jargon ‘Ngopeni Nglakoni’ Antar Luthfi-Yasin Menang Telak di Kudus
Unggul di Pilkada Kudus, Sam’ani Himbau Pendukung 01 Jangan Euforia Berlebihan
Pilkada Kudus 2024: Samani dan Hartopo Saling Unggul di TPS Masing-masing
Anggota Linmas TPS Desa Klaling di Kudus Meninggal Dunia
Ketua DPD Perindo Kudus KRT Susanto Harap Pilkada 2024 Berjalan Damai dan Lancar
Gaya Paslon 02 Pilkada Kudus Nyoblos di TPS: Hartopo Santai dengan Vespa, Mawahib Jalan Kaki Diarak Massa
Usai Salurkan Hak Suara, Samani: Plong Setelah Mencoblos
Berita ini 219 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 November 2024 - 14:17 WIB

Unggul di Pilkada Kudus, Samani-Bellinda: Sudah Tidak Ada 01 dan 02, Tapi 3 Persatuan Indonesia

Kamis, 28 November 2024 - 12:03 WIB

Didik HS: Jargon ‘Ngopeni Nglakoni’ Antar Luthfi-Yasin Menang Telak di Kudus

Rabu, 27 November 2024 - 20:56 WIB

Unggul di Pilkada Kudus, Sam’ani Himbau Pendukung 01 Jangan Euforia Berlebihan

Rabu, 27 November 2024 - 18:41 WIB

Pilkada Kudus 2024: Samani dan Hartopo Saling Unggul di TPS Masing-masing

Rabu, 27 November 2024 - 14:51 WIB

Anggota Linmas TPS Desa Klaling di Kudus Meninggal Dunia

Berita Terbaru