Pengerukan Sungai Jadi Satu-satunya Cara Cegah Banjir Tahunan

Lingkungan328 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Desa Temulus menjadi salah satu desa terdampak dari meluapnya sungai Dawe. Ketika daerah Muria hujan deras, bisa dipastikan air sungai Dawe akan naik signifikan.

Seperti yang terjadi beberapa hari kemarin, beberapa wilayah di Desa Temulus tergenang banjir akibat meluapnya sungai Dawe yang berbatasan langsung dengan sungai Juwana.

Untuk mencegah terjadinya banjir karena luapan sungai Dawe, pembersihan dan pengerukan sungai menjadi sebuah keharusan.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Kudus selam dua hari ini, mulai Selasa 29/01/2019 mengerahkan alat berat atau bego mencoba mengalirkan air dari sungai Dawe menuju sungai Juwana.

Bupati kudus Muhammad Tamzil di depan akan berat untuk pengerukan Sungai (Foto : Aik)

Bupati Kudus, Muhammad Tamzil melihat dari dekat proses pembersihan dan pengerukan sementara di Sungai Dawe, Rabu 30/01/2019 siang tadi.

Dalam kunjungannya, Tamzil mengatakan jika normalisasi sebenarnya merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Hanya karna untuk penanggulangan sementara, pihaknya memutuskan untuk mengeruk Sungai Dawe terlebih dahulu.

Hingga saat ini, Tamzil sudah berkoordinasi dengan pihak BWWS Pemali Juana terkait normalisasi tersebut.

“Sudah dikonfirmasi oleh balai (BWWS Pemali Juana, red) semalam terkait pembuatan surat permohonan normalisasi dan dana diusahakan dari loan,” terang Tamzil.

Tamzil menegaskan satu-satunya cara untuk mengatasi banjir di wilayah Mejobo adalah Normalisasi Sungai Juana. Selain banjir di Kecamatan Mejobo, normalisasi dianggapnya juga mampu mengatasi banjir yang ada di Kecamatan Jati dan Kaliwungu.

“Ya kalau tidak siap-siap akan selalu ada pengungsian, dapur umum di tiap tahunnya,” jelas Tamzil.

Soal pembiayaan normalisasi, Tamzil merinci jika Pemerintah Daerah akan sangat sulit untuk membiayai normalisasi. Dikatakannya anggaran yang dibutuhkan setidaknya mencapai Rp 1 triliun.

“Ya karena itu perlu perhatian dari pemerintah pusat, kita ya sanggup, tapi kan kita butuh membangun yang lain,” kata Tamzil saat dimintai keterangan di lokasi.

Dengan anggaran yang banyak tersebut dikatakan Tamzil bisa membangun tanggul di sepanjang Sungai Wilalung hingga ke Pati. Karna itu, pihaknya juga sesegera mungkin akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait serta Pemkab Pati.

Hanya, untuk waktu pengerjaan dibutuhkan kurang lebih lima tahun guna merampungkan pekerjaan tersebut.

“Tetap akan koordinasi dengan mereka, yang jelas pemerintah pusat harus sungguh-sungguh, kita siap terus,” terang Tamzil.

Sementara itu, Kepala Desa Temulus, Purwati memberi keterangan jika hingga hari ini banjir di daerahnya sudah mulai surut. Dikatakannya, sekarang hanya ada 50 rumah yang masih tergenang air. (J02/A01)

Komentar