Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar pelatihan gabungan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Lapangan Parkir Waduk Logung Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, pada Kamis-Jumat, 20-21/11/2025.
Pelatihan ini melibatkan seluruh destana di Kudus, untuk bersiap menghadapi kemungkinan bencana alam yang terjadi di musim hujan. Kegiatan pun dibuka langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati, Bellinda Birton.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa latihan gabungan relawan destana ini dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana di wilayah setempat. Ia berharap, Kudus selalu dalam keadaan aman.
“Alhamdulillah, kita melakukan beberapa langkah normalisasi sungai bekerjsama dengan BBWS dan PSDA, ini sebagai bentuk upaya untuk Kudus terhindar dari bencana banjir dan bencana lainnya,” ujar Sam’ani.
Ia juga menyebut bahwa kesiapan logistik maupun sarana dan prasana (sarpras) sudah dipastikan dalam kondisi tercukupi dan aman. Begitu pun dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) maupun perlengkapan pengungsian.
“Sudah kita cek bersama kemarin, kesiapan logistik sudah cukup dan aman, sarpras juga, apabila terjadi rescue maupun pengungsian sudah kita siapkan,” tandasnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko menyebut bahwa saat ini sudah ada 95 destana yang terbentuk dari total 132 desa dan kelurahan di Kudus. Sementara sisanya akan dibentuk paling lambat akhir 2025 ini.
“Sampai hari ini ada 37 desa yang belum (membentuk destana). Insyaallah akhir tahun sudah clear (pembentukan destana) di semua desa dan kelurahan,” tandasnya.
Terkait dengan latihan gabungan relawan destana yang digelar kali ini, Eko menerangkan bahwa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi animal rescue, vertical rescue, water rescue, pendirian tenda, dapur umum, dan P3K.
“Di musim hujan sudah melakukan apel kesiapsiagaan, artinya kesiapan kita sarpras maupun SDM-nya, termasuk logistik karena penting, sudah kita siapkan dengan maksimal,” tuturnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Eko berharap agar setiap destana di masing-masing desa bisa bersinergi menjadi satu ketika terjadi bencana di suatu wilayah. Sehingga, bencana yang terjadi akan menjadi tanggung jawab bersama.
“Kita laksanakan latihan ini biar mereka punya kemampuan penanganan bencana, juga biar 132 desa kelurahan ini bergabung jadi satu berkolaborasi, semua bertanggungjawab, bukan hanya di desa masing-asing tapi bersinergi semua,” tukasnya. (J05/A01)










