oleh

Pasar Ramadhan Megawon, Lokasi Berburu Takjil Sekaligus Ngabuburit Asik

Jurnalpantura.id, Kudus – Tidak perlu kebingungan untuk berburu takjil di Bulan Ramadhan kali ini. Masuk ke Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, warga akan disambut dengan berbagai penjual takjil yang rapi berjualan di Pasar Ramadhan Mewagon.

Tidak hanya takjil, pengunjung juga bisa mendapati dagangan lain, mulai dari pakaian, tanaman hias, sepatu, hingga wahana permainan bagi anak-anak.

Pasar Ramadhan yang berlokasi di sebelah timur Lapangan Sepak Bola Desa Megawon ini pun cocok sebagai tempat ngabuburit sambi menunggu waktu waktu berbuka puasa.

Kepala Desa Megawon Nurasag, mengatakan, adanya Pasar Ramadhan dimaksudkan untuk menggeliatkan kembali perekonomian warga.

Segala menu berbuka puasa di sediakan di Pasar Ramadhan Desa Megawon (Foto:J14)

Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, warga yang biasanya berjualan di sekolah maupun lokasi ramai lainnya sempat tersendat karena larangan berkerumun.

“Sebelumnya kita sering kita adakan semacam Pasar Ramadhan, yang dulunya diadakan di depan balai desa. Cuman beberapa tahun terakhir kami off, salah satunya karena pandemi,” tuturnya.

Rencananya, Pasar Ramadhan tersebut akan digelar selam 14 hari. Akan tetapi, bila antusias pembeli dan pengunjung meningkat maka akan diperpanjang hingga akhir Bulan Ramadhan.

“Rencana diadakan sampai pertengahan bulan ramadhan, tapi itu tidak terikat. Kalau antusias warga pengen diperpanjang, desa memfasilitasi sampai akhir ramadhan,” tandasnya.

Setiap pedagang, kata Nurasag, difasiliasi tempat seluas 2×4 meter persegi, dilengkapi dengan tenda dan listrik. Warga juga dibebaskan untuk berjualan dari pagi hingga malam ataupun diwaktu sore hari saja.

“Kita tidak pungut biaya apapun bagi penjual, ini kami fasilitasi secara gratis, yang mau berjualan silahkan bisa datang ke sini,” imbuhnya.

Dari 32 stand yang disediakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Megawon, ada sejumlah 40an penjual yang memadati lokasi Pasar Ramadhan.

Baik itu pedagang dari perwakilan RT desa setempat, maupun pedagang lain yang biasanya mangkal di sepanjang jalan tersebut.

Sementara itu, untuk mengantasipasi terjadinya penyebaran kluster baru virus corona (covid 19), pihaknya mengimbau bagi para penjual dan pembeli untuk tertib memakai masker.

“Setiap stand penjual diminta untuk mematuhi protokol kesehatan minimal menyediakan handsanitazer,” Jelasnya. (J14/A02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed