Jurnalpantura.id, Kudus – Lima desa di Kabupaten Kudus mendapatkan pelatihan pengolahan sampah dari Paguyuban Bank Sampah Mutiara Kabupaten Kudus.
Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan Tempat Pengelolaan Sampah Reduse Reuse Recycle (TPS3R), yang digelar selama lima hari, mulai 20 November hingga 2 Desember 2022.
Lima desa tersebut antara lain, Desa Menawan Kecamatan Gebog, Desa Getasrabi Kecamatan Gebog, Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu, Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Loram Kulon Kecamatan Jati, Kudus.
Ketua Paguyuban Bank Sampah Mutiara Kudus M Anshori mengatakan, kegiatan pelatihan TPS3R diberikan kepada lima desa untuk membantu desa iti mandiri mengelola sampah. Sampah yang dikelola difokuskan pada sampah non organik.
“Sampah di Kudus lebih banyak non organik saat ini. TPA di Desa Tanjung Rejo juga melebihi kapasitas,” ujarnya, Senin (12/12/2022).
Oleh sebab itu, pihaknya diminta oleh Dinas PKPLH Kudus agar membantu memberikan materi khusus tentang beberapa cara mengelola sampah non organik dengan baik agar memiliki nilai ekonomi.
“Karena sampah saat ini kebanyakan non organik. TPA overload sehingga desa harus bisa mengelola sampah dengan mandiri,” jelasnya.
Adapun pelatihan pengolahan sampah yang diberikan mebih menitikberatkan pada edukasi pemilhan sampah. Peserta pelatihan ditekankan minimal tiga jenis sampah yang harus dipilah, yakni organik, non organik dan residu.
“Sehingga sampah yang ingin dibuang ke TPA harus sudah ter-residu. Seperti sampah organik jadi kompos. Kalau non kita bisa ke pengepul atau bank sampah,” terangnya.
Anshori berharap, setelah pelatihan ini, warga bisa menerapkannya dilingkungan masing-masing dan bisa memanfaatkan sampah yang bernilai ekonomis.
Sementara itu, Kepala Desa Loram Kulon Taslim menyampaikan, pengelolaan sampah di wilayahnya sudah cukup baik. Setiap warga memiliki kesadaran untuk mengolah sampah agar berubah menjadi barang bernilai ekonomis.
Taslim juga mengaku telah mendapatkan proyek TPS 3R dari PKPLH yang senilai 600 juta. Dana tersebut digunakan untuk membuat komposter yang bisa dimanfaatkan oleh warga.
“Harapan saya warga dapat menerapkan apa yang sudah diajarkan oleh pemateri Paguyuban Bank Sampah. Yakni sampah organik dimasukkan ke komposter dan non organik dipilah kardus plastik dibuang ke TPS 3R sebagai bank sampah,” pungkasnya. (J05/A01)










