Mendag Sebut Produk Ilegal Hampir Kuasai Market Share

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEREMONIAL : Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas truk pengangkut alas kaki yang akan diekspor ke Amerika di halaman PT SCI Salatiga. (Foto:ist).

SEREMONIAL : Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas truk pengangkut alas kaki yang akan diekspor ke Amerika di halaman PT SCI Salatiga. (Foto:ist).

Jurnalpantura.id, Salatiga – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut penjualan produk ilegal di dalam negeri hampir menguasai market share (persentase total penjualan). Bahkan persentase sudah di atas 30 persen.

 

“Produk ilegal menjadi musuh kita bersama. Kalau produk ilegal menguasai market share, kita (pelaku usaha) akan kolaps. Oleh karena itu, kami memutuskan membentuk satgas untuk penindakan produk-produk ilegal,” kata Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutan pelepasan ekspor produk alas kaki di PT SCI Salatiga, Jumat (26/7).

 

Mendag menjelaskan, satgas penindakan produk ilegal terdiri dari beberapa instansi. Diantaranya, kepolisian, kejaksaan dan kementerian terkait.

 

Adapun sasaran penindakan adalah importir nakal yang diduga mengimpor produk secara ilegal.

 

“Sasarannya (satgas) yaitu importir-importir yang nakal, distributor-distributor nakal. Selain itu, sudah tentu ada oknum. Jadi bukan pengecernya,” katanya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Babe Tunda Tempati Los Baru, Tunggu Sekat dari Pemkab Kudus

 

Menurutnya, sasaran dari penindakan produk ilegal pada importir nakal karena mereka yang menjadi penyebab masuknya barang ilegal ke dalam negeri.

 

Penindakan dilakukan karena produk ilegal sangat merugikan negara lantaran masuk ke Indonesia tanpa membayar pajak.

 

“Kami minta dukungan dari kepolisian dan semua pihak dalam upaya penindakan produk ilegal,” tegasnya.

 

Terkait ekspor, Zulkifli Hasan menyatakan, bahwa selama 50 bulan belakangan ekspor produk dalam negeri ke puluhan negara mengalami surplus.

 

Kementerian Perdagangan akan terus mendorong peningkatan kuantitas semua produk yang diekspor, termasuk alas kaki.

 

“Kita inten melakukan diplomasi-diplomasi dengan negara tujuan ekspor seperti di negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Mudahan langkah dan upaya yang kami lakukan bisa meningkatkan ekspor,” ucapnya. (J07/A01)

Berita Terkait

Relokasi Pedagang di Kawasan Eks Gedung Ngasirah, Investor Siapkan 22 Kios dengan Sewa Rp 1 Juta
Talang Rusak, Pasar Jekulo Diusulkan Dapat Perbaikan pada 2027
Disdag Kudus Siapkan Rp 1,1 Miliar untuk Revitalisasi Tiga Pasar, Pasar Babe Dapat Sekat
Great Sale 2026, Pemkab Kudus Beri Potongan Retribusi bagi Pedagang Kios dan Los 7%+7%
Hingga Agustus, PAD Pasar di Kudus Baru Capai 45,58 Persen dari Target Rp 16 Miliar di 2026
Rayakan Hari Jadi ke-477, Retribusi Pasar di Kudus Bakal Dapat Diskon Selama 4 Bulan
Ratusan Pedagang Masih Mengantre, Disdag Kudus Perketat Aturan PKL CFD
Tiga Kali Mangkir, PKL CFD Kudus Terancam Kehilangan Lapak
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:30 WIB

Relokasi Pedagang di Kawasan Eks Gedung Ngasirah, Investor Siapkan 22 Kios dengan Sewa Rp 1 Juta

Senin, 28 September 2026 - 11:49 WIB

Talang Rusak, Pasar Jekulo Diusulkan Dapat Perbaikan pada 2027

Jumat, 25 September 2026 - 13:06 WIB

Disdag Kudus Siapkan Rp 1,1 Miliar untuk Revitalisasi Tiga Pasar, Pasar Babe Dapat Sekat

Jumat, 25 September 2026 - 12:00 WIB

Great Sale 2026, Pemkab Kudus Beri Potongan Retribusi bagi Pedagang Kios dan Los 7%+7%

Jumat, 25 September 2026 - 11:12 WIB

Hingga Agustus, PAD Pasar di Kudus Baru Capai 45,58 Persen dari Target Rp 16 Miliar di 2026

Berita Terbaru