Jurnalpantura.id, Kudus – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan masih adanya sekolah dasar negeri yang kekurangan peserta didik.
Berdasarkan data sementara, terdapat lima SD negeri yang masing-masing hanya memperoleh tiga hingga empat murid baru.
Sekolah-sekolah tersebut meliputi SD 2 Prambatan Lor di Kecamatan Kaliwungu, SD 5 Hadipolo di Kecamatan Jekulo, dan SD 1 Karangrowo di Kecamatan Undaan yang masing-masing hanya menerima tiga murid baru.
Sementara itu, SD 2 Gulang di Kecamatan Mejobo serta SD 1 Jati Wetan di Kecamatan Jati masing-masing mendapatkan empat murid.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan bahwa jumlah tersebut masih bersifat sementara.
Hingga kini, proses rekapitulasi hasil pelaksanaan SPMB masih terus dilakukan karena belum seluruh sekolah menyampaikan laporan.
“Pendataan masih berjalan dan belum semua sekolah melaporkan hasilnya. Dari laporan yang sudah masuk, ada lima SD yang jumlah murid barunya masih di bawah lima orang,” ujarnya, Senin, 6/7/2026.
Ia menambahkan, jumlah sekolah yang memperoleh murid baru dalam jumlah sangat sedikit masih berpotensi bertambah. Hal itu disebabkan proses pendataan dari masing-masing sekolah belum sepenuhnya rampung.
Untuk daya tampung, Anggun menjelaskan mayoritas SD negeri di Kabupaten Kudus memiliki kapasitas 28 murid dalam satu rombongan belajar.
Namun, beberapa sekolah memperoleh tambahan kuota menjadi 32 murid per kelas setelah mengajukan usulan berdasarkan tingginya jumlah pendaftar.
“Ada sekolah yang sebelumnya mengusulkan penambahan daya tampung karena peminatnya sangat tinggi. Contohnya SD 1 Barongan yang jumlah pendaftarnya mencapai sekitar 200 orang, sehingga mendapat kuota 32 murid untuk setiap kelas,” jelasnya.
Pelaksanaan SPMB jenjang SD di Kabupaten Kudus secara resmi telah berakhir pada 30 Juni 2026. Meski demikian, sejumlah sekolah yang masih memiliki sisa kuota tetap membuka kesempatan bagi calon peserta didik untuk mendaftar.
Menurut Anggun, praktik tersebut lazim dilakukan setiap tahun. Selama kapasitas sekolah belum terpenuhi, pendaftaran masih dapat dilayani hingga menjelang hari pertama masuk sekolah yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 13 Juli 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
“Secara administrasi SPMB memang sudah ditutup, tetapi jika masih ada kuota yang belum terisi, sekolah biasanya tetap menerima pendaftaran hingga hari pertama masuk sekolah. Kalau kuotanya sudah penuh, tentu pendaftaran langsung ditutup,” pungkasnya. (J05/A01)










