Jurnalpantura.id, Kudus – Masyarakat di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menggelar Salat Istisqa di Lapangan Desa Undaan Kidul, Jumat (13/9/2023). Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar untuk meminta agar segera diturunkan hujan.
Camat Undaan Arif Budianto menyampaikan bahwa kondisi lahan pertanian di wilayah kecamatan setempat mengalami kekeringan. Sedangkan, pengairan dari Sungai Kedungombo untuk saat ini hanya dialirkan untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus).
Sementara untuk lahan pertanian, kata Arif, masih sangat minim dan bahkan cenderung tidak mendapatkan aliran. Oleh sebab itu, kondisi pertanian di Kecamatan Undaan saat ini dikatakan mandek dan mengakibatkan musim tanam (MT) 1 mundur.

“Sebagian besar atau 60 persen masyarakat Undaan itu petani. Jadi kita mau bercocok tanam dan kehidupan sehari-hari itu mengandalkan air. Lahan pertanian ini yang terdampak karena tidak mendapatkan aliran air dari pengairan,” tuturnya.
Pihaknya pun berharap, dengan digelarnya Salat Istisqa ini nantinya bisa membawa keberkahan, berupa diturunkannya hujan. Ini menjadi ikhtiar atau usaha yang dirasa perlu dilakukan sebagai umat muslim, untuk memohon keberkahan dari Allah SWT.
“Jadi ini inisiatif masyarakat dan tokoh agama yang menginginkan ikhtiar bersama, semoga melalui salat ini kita diberikan berkah hujan,” tuturnya.
Sementara itu, petani asal Desa Sambung, Sulistiono yang ikut Salat Istisqa menyebut bahwa akibat lahan yang kering dan pengairan yang minim, pihaknya terpaksa untuk menunda masa tanamnya. Sebab, bila dipaksakan maka rawan gagal panen.
“Ini betul-betul mengandalkan air dari pengairan, kalau tidak ya khawatir kalau gak ada hujan nanti gagal tanam. Pengairan untuk sawah di sini itu dari Kedungombo. Sedangkan dari Kedungombo itu dibagi ke tiga wilayah, Pati, Demak, Kudus,” katanya.
Katanya, masa tanam 1 biasanya sudah dimulai sejak awal bulan September. Namun lantaran kondisi lahan yang kering, masa tanam belum bisa dipastikan akan dilakukan kapan. Oleh sebab itu, petani di Undaan ini sangat mengharapkan turun hujan.
“Sebenarnya itu petani juga kebingunan. Ini kemunduran (masa tanamnya) karena pengairan kering, tapi yang dikhawatirkan nanti panen malah musim hujan. Kalau huja deras, tanaman gagal lagi, bisa karena banjir atau gak bisa jemur juga,” tukasnya. (J05/A01)










