Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus tengah diuji dengan bencana Hidrometeorologi. 7 kecamatan terendam banjir dan 2 kecamatan dihantam longsor, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang membawa pesan khusus dari Presiden Republik Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus instruksi agar pemulihan dilakukan secepat kilat.
Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat cuaca ekstrem. Sejak dua hari lalu, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah diaktifkan untuk “mengalihkan” hujan.
”Kami berharap dalam satu hingga dua hari ke depan intensitas hujan berkurang drastis sehingga air segera surut,” ujarnya di Pos Pengungsian DPRD Kudus, Jum’at 16/01/2026.
Sementara Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, membeberkan skala bencana yang cukup luas dalam laporannya.
“Wilayah terdampak bencana 9 Kecamatan (7 Banjir, 2 Longsor). Dengan cakupan 38 Desa, 47.000 Jiwa dan 2.000 pengungsi tersebar di 11 titik posko,” ungkap Sam’ani Intakoris.
”Soliditas Forkopimda dan relawan sangat luar biasa. Saat ini kebutuhan dasar pengungsi prinsipnya sudah terpenuhi,” tambahnya.
Meski bantuan dari Kemensos, Pemprov Jateng, dan Bulog terus mengalir, Bupati Sam’ani menyebutkan ada beberapa kebutuhan mendesak yang masih sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian.
“Saat ini kebutuhan mendesak seperti popok (Diapers) untuk bayi dan lansia. Minyak angin dan obat-obatan ringan. Serta pakaian dalam,” terang bupati.
Masalah banjir di Kudus tidak lepas dari kendala infrastruktur lama. Bupati Sam’ani menyoroti adanya dua jembatan kuno yang tiang penyangganya menghambat laju air di sungai.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Kudus telah mengusulkan langkah strategis kepada pusat, seperti lanjutan normalisasi pada Sungai Juwana (JU 1 dan JU 2).
“Pembangunan 4 Embung, di Desa Setrokalangan, Banget, Mejobo, dan Bulungcangkring sebagai kolam retensi raksasa,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kudus optimis bisa segera bangkit dari kepungan bencana ini. (J02/A01)










