Kudus Dikepung Banjir dan Longsor, Kepala BNPB Turun Gunung Pastikan Penanganan Cepat

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menerima uneg-uneg pengungsi di DPRD Kudus (Foto:JP)

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menerima uneg-uneg pengungsi di DPRD Kudus (Foto:JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus tengah diuji dengan bencana Hidrometeorologi. 7 kecamatan terendam banjir dan 2 kecamatan dihantam longsor, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang membawa pesan khusus dari Presiden Republik Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus instruksi agar pemulihan dilakukan secepat kilat.

Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat cuaca ekstrem. Sejak dua hari lalu, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah diaktifkan untuk “mengalihkan” hujan.

​”Kami berharap dalam satu hingga dua hari ke depan intensitas hujan berkurang drastis sehingga air segera surut,” ujarnya di Pos Pengungsian DPRD Kudus, Jum’at 16/01/2026.

Sementara ​Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, membeberkan skala bencana yang cukup luas dalam laporannya.

“Wilayah terdampak bencana 9 Kecamatan (7 Banjir, 2 Longsor). Dengan cakupan 38 Desa, 47.000 Jiwa dan 2.000 pengungsi tersebar di 11 titik posko,” ungkap Sam’ani Intakoris.

​”Soliditas Forkopimda dan relawan sangat luar biasa. Saat ini kebutuhan dasar pengungsi prinsipnya sudah terpenuhi,” tambahnya.

Baca Juga :  KPU Kudus Gelar Lomba Senam Jingle Pilkada Kudus 2024, Berhadiah Jutaan Rupiah

​Meski bantuan dari Kemensos, Pemprov Jateng, dan Bulog terus mengalir, Bupati Sam’ani menyebutkan ada beberapa kebutuhan mendesak yang masih sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian.

“Saat ini kebutuhan mendesak seperti ​popok (Diapers) untuk bayi dan lansia. ​Minyak angin dan obat-obatan ringan. Serta pakaian dalam,” terang bupati.
​
​Masalah banjir di Kudus tidak lepas dari kendala infrastruktur lama. Bupati Sam’ani menyoroti adanya dua jembatan kuno yang tiang penyangganya menghambat laju air di sungai.
​
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Kudus telah mengusulkan langkah strategis kepada pusat, seperti lanjutan normalisasi pada Sungai Juwana (JU 1 dan JU 2).

“​Pembangunan 4 Embung, di Desa Setrokalangan, Banget, Mejobo, dan Bulungcangkring sebagai kolam retensi raksasa,” pungkasnya.

​Dengan sinergi antara BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kudus optimis bisa segera bangkit dari kepungan bencana ini. (J02/A01)

Berita Terkait

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat
Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak
Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak
Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh
Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui
Angin Kencang Terjang Undaan di Tengah Malam, Belasan Atap Rumah Warga Porak Poranda
Banjir di Kudus Mulai Surut, Pengungsi Tersisa 11 Jiwa
Meski Mulai Surut, Banjir Kudus Masih Paksa 2.009 Jiwa Mengungsi
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:57 WIB

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat

Kamis, 30 April 2026 - 19:53 WIB

Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak

Kamis, 9 April 2026 - 19:42 WIB

Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak

Senin, 30 Maret 2026 - 19:25 WIB

Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:10 WIB

Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui

Berita Terbaru