Jurnalpantura.id, Kudus – Kemeriahan Tradisi Dandangan yang berpusat di Alun-alun Simpang 7 Kudus hingga Jalan Sunan Kudus itu telah selesai.
Selama 12 hari pusat kota Kudus itu penuh dengan pedagang, dari makanan hingga barang kebutuhan lainya meramaikan tradisi Dandangan menyambut bulan ramadan.
Meskipun tenda dan stand pedagang sudah dibongkar, tumpahan minyak dan sampah menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibersihkan.
Tak butuh waktu lama, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris langsung “turun gunung” memimpin aksi kerja bakti massal (korve) pada Jum’at 20/02/2026.
Aksi gerak cepat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ruang publik tetap bersih, aman, dan nyaman bagi warga.
Melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, OPD, hingga relawan. Fokus utamanya adalah menyikat habis sisa tumpahan minyak goreng dari pedagang kaki lima yang berisiko membuat jalan licin.
Tak tanggung-tanggung, tiga unit mobil pemadam kebakaran (dua dari BPBD dan satu dari Satpol PP) diterjunkan untuk menyemprot dan membilas aspal hingga bersih total.
“Kami pastikan pembersihan berjalan optimal. Jangan sampai ada tumpahan minyak atau sampah yang membahayakan pengguna jalan. Setelah acara besar seperti Dandangan, lingkungan harus kembali nyaman,” tegas Bupati Sam’ani.
Mengingat bulan suci Ramadan segera tiba, Bupati Sam’ani juga mengajak warga untuk mulai menyiapkan diri secara spiritual.
“Kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mari saling menghormati dan menjaga toleransi. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar ibadah dapat berlangsung dengan khusyuk dan nyaman,” ujar Bupati
Sementara itu, Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan menyampaikan bahwa jajaran kepolisian siap bersinergi dalam setiap kegiatan yang mendukung kepentingan masyarakat.
“Kita bahu membahu bersama. Kalau semula bersih, harus kembali bersih,” kata AKP Subkhan.
Dengan kondisi jalan yang sudah kembali bersih dan pengamanan yang sigap, warga Kudus kini siap menyambut Ramadan dengan hati yang lebih tenang dan lingkungan yang lebih asri.
Selain itu AKP Subkhan, mengingatkan bagi warga untuk menjaga lingkungan sekitarnya dan harta bendanya sendiri selama bulan puasa.
“Pastikan dulu, sebelum meninggalkan rumah untuk bepergian atau taraweh, selalu mengecek rumah dengan nengunci pintu dan kompor sudah benar-benar mati,” ujarnya.
“Untuk bapak dan ibu, pantau dan awasi anak-anaknya agar tidak terlibat aktivitas negatif yang melanggar budaya Islami, seperti perang air atau perang sarung,” pungkasnya. (J02/A01)










