Jurnalpantura.id, Kudus – Komisi D DPRD Kudus melakukan sidak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulungcangkring 01 Ponpes Al Chalimi di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, pada Selasa, 29/7/2025.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan kelayakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan dari dapur tersebut.
Rombongan Komisi D yang dipimpin oleh Ketua Komisi D, Mardijanto, langsung meninjau kondisi fisik dapur dan proses kerja yang berlangsung. Seluruh rombongan tampak mengenakan masker dan menjaga kebersihan saat berkeliling.
Mereka memeriksa satu per satu ruangan, mulai dari ruang loading barang, penyimpanan bahan makanan, freezer, dapur memasak, hingga ruang pengemasan makanan.
“Alhamdulillah, dapur SPPG di Ponpes Al Chalimi sudah baik, sudah berjalan dengan baik,” ungkap Mardijanto saat ditemui usai sidak.
Ia juga menambahkan bahwa Komisi D mengapresiasi upaya dapur SPPG dalam menjaga kualitas makanan bergizi yang disalurkan kepada ribuan penerima manfaat.
“Mulai dari awal bahan baku, cara masak sampai akhir, sudah kita lihat semua. Semoga ke depannya berjalan dengan lancar dan baik terus,” tambahnya, didampingi para anggota Komisi D lainnya.
Salah satu hal yang menjadi sorotan positif adalah keberagaman menu MBG yang selalu berganti setiap bulan. Inovasi tersebut dinilai penting untuk menjaga selera makan penerima, terutama anak-anak sekolah.
Komisi D menilai variasi menu bisa mencegah kejenuhan dan tetap mempertahankan minat konsumsi makanan bergizi.
Meski begitu, Komisi D tetap menekankan pentingnya menjaga komposisi gizi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, mereka mengingatkan agar kejadian makanan tidak layak konsumsi yang pernah terjadi di Kudus tidak terulang lagi. Semua pihak diminta bekerja sama dalam memastikan makanan yang didistribusikan aman dan sehat.
“Menu makanan berganti tidak masalah, yang penting menyehatkan,” tegas Mardijanto.
Ia juga menyampaikan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala dan menyeluruh.
Sementara itu, ahli gizi dapur SPPG, Nafisah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun 21 jenis menu sesuai arahan BGN yang digunakan secara bergilir.
“Kami sudah punya 20 menu berbeda yang diputar tiap bulan. Menu non-nasi seperti sandwich, burger, kentang, dan mie disajikan dua kali seminggu agar siswa tidak jenuh,” paparnya.
Kepala SPPG Ponpes Al Chalimi, Afifuddin, menyebut bahwa ada total 3.687 penerima MBG dari dapur tersebut. Total ada 17 sekolah yang menjadi sasaran, kemudian 25 balita, 25 ibu hamil, dan 25 ibu menyusui.
Ia menegaskan, semua makanan yang diproduksi telah melewati tahapan pengecekan dan dimasak dalam tiga kloter untuk menjaga kesegaran dan keamanan konsumsi. (J05/A01)










