Jurnalpantura.id, Kudus – Bencana banjir hingga kini masih sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah kabupaten (pemkab) mencatat kerugian material akibat banjir dan longsor mencapai Rp 389 miliar.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan hal itu saat ditemui pada Senin, 19/1/2026. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan total kerugian yang dialami belum termasuk kerusakan infrastruktur milik pemerintah provinsi dan pusat.
Menurut Sam’ani, apabila seluruh kerusakan dihitung secara menyeluruh, nilai kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 533 miliar. Kerusakan meliputi berbagai fasilitas publik yang terdampak cukup parah.
“Infrastruktur yang rusak termasuk jalan, sekolah, talud, puskesmas, sungai, dan fasilitas lainnya,” kata Sam’ani.
Untuk penanganan pasca-bencana, Pemkab Kudus telah mengusulkan bantuan alokasi anggaran kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan tersebut nantinya akan diteruskan sebagai rekomendasi ke Kementerian PUPR.
Sambil menunggu bantuan dari pemerintah pusat, langkah penanganan awal telah dilakukan dengan menggerakkan Dinas PUPR Kudus. Sejumlah jalan berlubang akibat banjir mulai ditambal menggunakan material yang masih tersedia.
“Penambalan jalan berlubang hari ini sudah mulai masak, persediaan masih ada. Untuk (proyek pekerjaan) tahun 2026 baru proses pengadaan barang dan jasa,” ucapnya.
Di sisi lain, Sam’ani menyebut Pemkab Kudus memiliki dana Tidak Terduga (TT) APBD Tahun 2026 sebesar Rp 7,5 miliar. Namun dana tersebut direncanakan untuk penyusunan Detailed Engineering Design (DED) sebagai syarat pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.
“Rekomendasi itu nanti agar bisa dialokasikan ke Kabupaten Kudus. Semoga doanya semua bisa segera (terealisasi),” imbuhnya.
Sam’ani juga menyampaikan perkembangan positif terkait kondisi banjir. Genangan air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai berkurang dengan penurunan ketinggian hingga 20 sentimeter.
“Status tanggap darurat bencana terakhir kan kami tetapkan hari ini. Ini masih ada genangan karena yang harus lari ke (Sungai) Juwana ini ketarik ke Tanggulangin,” tukasnya. (J05/A01)










