Kerugian Pasca-Bencana di Kudus Capai Rp 389 Miliar, Pemkab Ajukan Bantuan ke BNPB

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menetapkan status tanggap darurat bencana angin kencang, banjir dan longsor. (Foto: JP)

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menetapkan status tanggap darurat bencana angin kencang, banjir dan longsor. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bencana banjir hingga kini masih sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah kabupaten (pemkab) mencatat kerugian material akibat banjir dan longsor mencapai Rp 389 miliar.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan hal itu saat ditemui pada Senin, 19/1/2026. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan total kerugian yang dialami belum termasuk kerusakan infrastruktur milik pemerintah provinsi dan pusat.

Menurut Sam’ani, apabila seluruh kerusakan dihitung secara menyeluruh, nilai kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 533 miliar. Kerusakan meliputi berbagai fasilitas publik yang terdampak cukup parah.

“Infrastruktur yang rusak termasuk jalan, sekolah, talud, puskesmas, sungai, dan fasilitas lainnya,” kata Sam’ani.

Untuk penanganan pasca-bencana, Pemkab Kudus telah mengusulkan bantuan alokasi anggaran kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan tersebut nantinya akan diteruskan sebagai rekomendasi ke Kementerian PUPR.

Sambil menunggu bantuan dari pemerintah pusat, langkah penanganan awal telah dilakukan dengan menggerakkan Dinas PUPR Kudus. Sejumlah jalan berlubang akibat banjir mulai ditambal menggunakan material yang masih tersedia.

Baca Juga :  Kunjungi Pos Pengungsian di Kudus, Wagub Taj Yasin Pastikan Kebutuhan Logistik Tercukupi

“Penambalan jalan berlubang hari ini sudah mulai masak, persediaan masih ada. Untuk (proyek pekerjaan) tahun 2026 baru proses pengadaan barang dan jasa,” ucapnya.

Di sisi lain, Sam’ani menyebut Pemkab Kudus memiliki dana Tidak Terduga (TT) APBD Tahun 2026 sebesar Rp 7,5 miliar. Namun dana tersebut direncanakan untuk penyusunan Detailed Engineering Design (DED) sebagai syarat pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.

“Rekomendasi itu nanti agar bisa dialokasikan ke Kabupaten Kudus. Semoga doanya semua bisa segera (terealisasi),” imbuhnya.

Sam’ani juga menyampaikan perkembangan positif terkait kondisi banjir. Genangan air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai berkurang dengan penurunan ketinggian hingga 20 sentimeter.

“Status tanggap darurat bencana terakhir kan kami tetapkan hari ini. Ini masih ada genangan karena yang harus lari ke (Sungai) Juwana ini ketarik ke Tanggulangin,” tukasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat
Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak
Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak
Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh
Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui
Angin Kencang Terjang Undaan di Tengah Malam, Belasan Atap Rumah Warga Porak Poranda
Banjir di Kudus Mulai Surut, Pengungsi Tersisa 11 Jiwa
Meski Mulai Surut, Banjir Kudus Masih Paksa 2.009 Jiwa Mengungsi
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:57 WIB

Pohon Tumbang di Lingkar Barat Kaliwungu Kudus Sebabkan Arus Lalu Lintas Tersendat

Kamis, 30 April 2026 - 19:53 WIB

Angin Kencang Terjang Desa Pasuruhan Lor Kudus, 28 Rumah Rusak

Kamis, 9 April 2026 - 19:42 WIB

Disapu Angin Kencang, 16 Rumah di Undaan Kudus Rusak

Senin, 30 Maret 2026 - 19:25 WIB

Undaan Kudus Diterjang Angin Kencang, Ratusan Bangunan Rusak, Rumah Warga Terangmas Roboh

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:10 WIB

Sempat Tertutup Longsor, Akses ke Semliro Kini Sudah Bisa Dilalui

Berita Terbaru