Kandang Ayam Dekat Tiga Sekolah di Kudus Picu Polemik, Warga dan Pihak Sekolah Protes

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi SDN 5 Mejobo yang berdekatan dengan kandang ayam di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Lokasi SDN 5 Mejobo yang berdekatan dengan kandang ayam di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Keberadaan kandang ayam yang berdekatan dengan gedung Sekolah Dasar (SD) di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, memicu polemik di kalangan masyarakat setempat.

Lokasi kandang yang berdiri tidak jauh dari area pendidikan itu menimbulkan kekhawatiran akan dampak terhadap lingkungan dan proses belajar siswa.

Kandang ayam tersebut diketahui hanya berjarak sekitar lima meter dari lingkungan sekolah.

Meski telah dibatasi dengan tembok yang cukup tinggi, keberadaannya tetap menuai penolakan karena dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan kondusivitas kegiatan belajar mengajar.

Di sekitar lokasi kandang itu terdapat tiga lembaga pendidikan yang masih aktif melaksanakan kegiatan belajar, yakni SDN 5 Mejobo, SDN 1 Mejobo, dan TK Pertiwi Desa Mejobo.

Kedekatan jarak antara kandang dan sekolah membuat pihak sekolah serta warga sekitar merasa khawatir terhadap dampak bau maupun potensi munculnya lalat.

Penolakan tidak hanya datang dari pihak sekolah, tetapi juga warga yang tinggal di sekitar lokasi. Warga menilai pembangunan kandang ayam tersebut dilakukan tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar maupun lembaga pendidikan yang berada di dekatnya.

Kepala SDN 5 Mejobo, Nurcholis, mengatakan sebelumnya telah dilakukan mediasi antara pihak sekolah, pemilik kandang, perwakilan warga, pemerintah desa, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Dalam pertemuan tersebut sempat dibahas keberadaan kandang ayam yang dipersoalkan masyarakat.

“Awalnya itu katanya mau dikasih 1000 ekor di kandang itu, lalu turun jadi 500 ekor, lalu turun lagi, tapi sebagian besar tetap tidak menyetujui, akhirnya sepak untuk tidak ada ayamnya setelah itu,” ujar Nurcholis, Kamis, 5/3/2026.

Namun demikian, pihak sekolah belakangan mendapat laporan dari komite sekolah bahwa kandang tersebut telah diisi ayam dalam jumlah cukup banyak.

Baca Juga :  Sambut Piala Dunia, Rumput Pendopo Kudus Beralih Fungsi Jadi Lapangan Mini Soccer

Kondisi ini membuat pihak sekolah kembali merasa khawatir jika keberadaan kandang ayam tersebut beroperasi dalam jangka waktu lama.

“Mungkin kalau seminggu atau sebulan habis itu dipotong masih aman, tapi kalau berbulan-bulan meskipun dengan tembok yang tinggi tidak menutup kemungkinan baunya, lingkungannya, kasihan anak-anak,” tambahnya.

Ketua Komite SDN 5 Mejobo, Baidhowi juga menolak keras adanya kandang ayam di lingkungan sekitar sekolah. Hal itu jelas bertentangan dengan cita-cita pendidikan yang ingin mencerdaskan generasi bangsa Indonesia.

“Kasihan anak-anak kalau belajar terganggu, belum lagi kalau ada lalat-lalatnya. Saya di dekat situ saja sudah tercium baunya, gimana dengan anak-anak yang setiap hari akan belajar di dekat situ,” tandasnya.

Senada, Plt Kepala SDN 1 Mejobo, Lilik Subandrio mengaku belum tahu terkait adanya kandang ayam tersebut. Namun, secara pribadi bila lingkungan berdekatan dengan kandang ayam juga akan menolak karena mencemarkan lingkungan.

“Saya malah baru tahu barusan, tapi kalau misalkan kandang ayam ada di sekitar rumah saya ya itu mengganggu, saya akan menolak,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Mejobo, Amin Rahmat, mengakui sempat ada penolakan dari sebagian warga terkait keberadaan kandang ayam tersebut.

Meski pemilik kandang telah menjamin tidak akan mengganggu lingkungan, pihak kecamatan menegaskan akan melakukan koordinasi dan menindaklanjuti jika nantinya terbukti menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun sekolah di sekitar lokasi.

“Nanti kalau ada gangguan karena mereka menjamin tidak, kita akan koordinasikan lagi, kuta akan tindaklanjuti bersama forkopimcam,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Mejobo belum memberikan komentar terkait dengan polemik kandang ayam yang menuai pro dan kontra dari masyarakat tersebut. (J05/A01)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan
148 Sekolah di Kudus Masih Dipimpin Plt, Pemkab Targetkan Tuntas Akhir Tahun
Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos
Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus
Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah
Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang
Monev Revitalisasi Sekolah, Pemkab Kudus Wajibkan P2SP Sesuaikan Harga dengan Indeks Daerah
Kekurangan Guru, 20 Persen Pengajar Bahasa Jawa SMP di Kudus Tak Sesuai Bidang
Berita ini 188 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Jelang Akhir Tahun, Rehab 47 Sekolah Rusak di Kudus Mulai Dikerjakan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Atap Ruang Guru SMPN 2 Bae Kudus Rusak, Video Kepala Sekolah Viral di Medsos

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Inspektorat Catat Masalah K3 hingga Pengelolaan Keuangan pada Program Revitalisasi Sekolah di Kudus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Pilketos, 182 Pelajar Kudus Didorong Pahami Demokrasi Sejak Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:05 WIB

Belajar Sambil Bermain, Badut Sinis Dorong Literasi dan Numerasi Siswa SD 3 Jepang

Berita Terbaru