Jurnalpantura.id, Kudus – Investor pengembangan kawasan Museum Kretek Kudus memastikan pedagang kaki lima (PKL) dan warga sekitar tetap dapat beraktivitas di kawasan tersebut.
Pengelola menegaskan pengembangan destinasi wisata tidak akan dilakukan dengan menggusur pedagang, melainkan melalui pembinaan dan penataan.
Manajer Museum Kretek, Pujiharto, mengatakan keberadaan pedagang lokal justru menjadi bagian yang akan dirangkul dalam pengembangan kawasan. Pihaknya ingin peningkatan jumlah wisatawan nantinya turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“Tidak ada penggusuran. Kami selaku investor di sini akan merangkul dan bekerja sama bagaimana kawasan Museum Kretek ini menjadi daya tarik wisata itu sendiri, cuma nanti juga akan ada penataan,” ujar Pujiharto saat diwawancarai, Selasa 29 September 2026.
Menurutnya, para pedagang tetap diperbolehkan berjualan di sekitar kawasan Museum Kretek. Namun, seiring dengan pengembangan kawasan wisata, nantinya akan dilakukan penataan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan berdampingan dengan kenyamanan pengunjung.
Pujiharto menjelaskan, pendekatan yang dilakukan pihak investor terhadap pedagang lebih diarahkan pada pembinaan. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, pedagang diharapkan memperoleh peluang peningkatan omzet dari bertambahnya jumlah pengunjung.
“Pedagang kami memang bisanya hanya membina. Mereka tetap, tetapi nanti kami tambah kunjungan yang datang. Otomatis omzet mereka juga akan naik,” katanya.
Pengembangan Museum Kretek sendiri dijadwalkan mulai dilakukan pada 1 Oktober 2026. Kawasan tersebut nantinya akan diarahkan menjadi destinasi wisata yang memiliki berbagai pilihan aktivitas bagi masyarakat.
Salah satu konsep yang disiapkan adalah pengembangan taman bermain dengan berbagai wahana. Area tersebut juga akan dilengkapi dengan pilihan kuliner serta kegiatan hiburan dan budaya yang dijadwalkan berlangsung secara rutin.
“Di sini tiap minggu kita rencananya ada kegiatan,” ujar Pujiharto.
Selain kegiatan rutin, pengelola berencana menghadirkan sejumlah event untuk menarik kunjungan. Di antaranya kegiatan gantangan burung, serta berbagai kegiatan musik dan budaya yang masih dalam tahap eksplorasi.
Fasilitas permainan baru juga akan ditambahkan untuk melengkapi kawasan wisata Museum Kretek. Sejumlah wahana, termasuk permainan bebongkar, tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
Pengelola juga akan melakukan pembenahan pada kawasan water park. Salah satu rencana yang disiapkan yakni menghadirkan konsep pesta pernikahan luar ruangan dengan memanfaatkan area kolam.
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, pengelola berencana menggratiskan tiket masuk ke kawasan Museum Kretek. Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk memasuki area utama, sementara fasilitas tertentu seperti kolam renang dan wahana permainan tetap dapat dikenakan tarif.
“Hal yang pertama memang kami pangkas adalah tidak ditariknya tiket. Jadi tiket masuknya gratis. Untuk vendor seperti kolam renang atau permainan mungkin tetap bayar,” jelasnya.
Tak berhenti pada pengembangan kawasan, pihak pengelola juga tengah menyiapkan konsep city tour untuk wisatawan yang datang ke Kudus. Program tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan, termasuk tamu hotel yang ingin menikmati sejumlah destinasi di Kota Kretek.
Rencana city tour tersebut akan menghubungkan sejumlah destinasi ikonik Kudus. Salah satu kawasan yang masuk dalam pembahasan yakni kompleks Menara Kudus dan lingkungan sekitarnya.
Pujiharto mengatakan pihaknya ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, termasuk mengenal sejarah Masjid dan Menara Kudus serta budaya Sunan Kudus dan masyarakat di sekitarnya.
Di sisi lain, untuk mendukung kenyamanan wisatawan, pengelola juga menyiapkan kantong-kantong parkir. Penataan parkir nantinya akan dikoordinasikan bersama pemerintah desa setempat maupun desa di sekitar kawasan Museum Kretek.
Pujiharto berharap pengembangan Museum Kretek dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat lokal. Menurutnya, pedagang tidak hanya dipertahankan keberadaannya, tetapi juga diharapkan dapat ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata di kawasan tersebut. (J02/A01)










