Jurnalpantura.id, Kudus – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni menjadi momen penting untuk menggugah kesadaran publik terhadap krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.
Tahun ini, tema global yang diangkat adalah “Hentikan Polusi Plastik” (Beat Plastic Pollution), seruan mendesak untuk mengakhiri pencemaran plastik yang kian merusak ekosistem dan mengancam kesehatan manusia.
Pengamat lingkungan dari Kabupaten Kudus, Hendy Hendro, menyoroti ancaman serius dari polusi plastik, khususnya mikroplastik, yang kini telah menjadi krisis ekosistem dan kesehatan global.
“Plastik bukan lagi sekadar masalah sampah. Mikroplastik, partikel berukuran di bawah 5 mm, bisa masuk ke tubuh kita lewat makanan, air minum, bahkan udara yang kita hirup,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis, 4 Juni 2025.
Menurut Hendy, mikroplastik membawa bahan kimia berbahaya seperti BPA dan ftalat yang dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan, endokrin, reproduksi, hingga menurunkan daya tahan tubuh.
Polutan ini terbentuk dari penguraian plastik melalui proses fisik, kimia, atau biologis, dan mencemari tanah serta air.
“Dampaknya bukan cuma pada lingkungan, tapi juga rantai makanan. Hewan kecil yang memakan partikel plastik akan dimakan oleh hewan yang lebih besar, dan akhirnya kembali ke meja makan manusia. Ini mata rantai berbahaya yang kita ciptakan sendiri,” jelasnya.
Untuk mengatasi krisis ini, Hendy mengusulkan tiga langkah utama: mengurangi penggunaan plastik dan mikroplastik secara drastis, meningkatkan edukasi publik sejak usia dini tentang bahaya plastik, serta membangun gaya hidup yang selaras dengan lingkungan demi menjaga keseimbangan ekosistem.
“Hidup harmonis dengan alam bukan sekadar slogan. Mulai dari rumah, kurangi plastik sekali pakai, hemat energi, kelola limbah dengan benar, dan hentikan pembakaran sampah,” jelasnya.
Ia juga mendorong terbentuknya komunitas peduli lingkungan di tingkat lokal sebagai penggerak perubahan nyata.
“Kalau kita ingin meninggalkan bumi yang layak huni bagi anak cucu kita, maka waktunya bertindak adalah sekarang. Jangan tunda lagi,” tegasnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi pengingat bahwa masa depan planet ini sangat bergantung pada kesadaran dan aksi kolektif manusia.
“Jika polusi plastik tidak segera dihentikan, krisis ini akan diwariskan pada generasi mendatang,” tandasnya.










