Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus kedatangan pendakwah kondang, Habib Husein Ja’far Al Hadar dan meramaikan pembukaan Tradisi Dandangan, di Pendopo Kabupaten Kudus pada Jumat (1/3/2024).
Ratusan jemaah memadati Pendopo Kabupaten Kudus untuk menyaksikan dan mendengarkan dakwah dari pendakwah yang akrab disapa Habib Ja’faf tersebut. Tidak hanya warga Kudus, banyak juga warga luar daerah yang hadir dalam acara.
Mengawali dakwahnya, Habib Husein Ja’far menyampaikan tentang toleransi. Dimana, toleransi ini penting untuk bermasyarakat. Kudus merupakan salah satu wujud toleransi yang nampak dalam setiap tradisi dan budayanya.
“Perlu diketahui bahwa di Kudus ini punya banyak keindahan tradisi, toleransi yang perlu disosialisasikan,” katanya.
Dirinya juga memuji Kudus yang memiliki kekayaan tradisi. Sehingga membuat wilayanya menjadi baik-baik saja. Menurutnya, tradisi tersebutlah yang membuat suatu wilayah baik-baik saja, karena masyarakat hidup dalam tradisi.
“Disini, kepemimpinan yang membuat Kudus baik-baik saja itu bukan pada orangnya, tapi tradisinya,” tuturnya.
Habib Ja’far pun menekankan perlunya masyarakat sadar, bahwa yang membuat teratur adalah etika. Masyarakat teratur sejatinya karena etika, bukan hukuman. Dan etika tersebut bisa diwujudkan falam nilai-nilai tradisi.
“Dalam Islam juga ada tradisi, yaitu mentradisikan kebenaran,” terangnya.
Untuk diketahui, kedatangan Habib Ja’far ini sendiri telah mengundang banyak animo masyarakat untuk berkunjung ke Dandangan. Tradisi yang digelar dalam rangka menyambut Bulan Ramadan ini akan dilangsungkan selama sepuluh hari mulai 1-10 Maret 2024. (J05/A01)










