Gerakan Pangan Murah di Kudus, Beras 3 Ton Ludes dalam Sekejap

- Jurnalis

Senin, 16 Oktober 2023 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Kudus. (Foto:J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan kembali mengadakan Gerakan Pangan Murah di halaman kantor dinas setempat, Senin (16/9/2023). Kegiatan ini dilakukan serentak secara nasional.

Kepala Dinas Pertaninan dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo menyampaikan, antusias masyarakat dalam menyambut Gerakan Pangan Murah ini sangat luar biasa. Bahkan, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ludes dalam sekejap.

“Jam 06.00 WIB itu sudah pada antre, acara kita mulai jam 07.30 WIB. Sebelum acara dimulai itu, beras 3 ton sudah habis,” katanya.

Selain beras SPHP, ada pula beras dari gabungan kelompok tani (gapoktan) sebanyak 3,5 ton juga laris dibeli oleh masyarakat. Didik menyebut, harga beras yang dijual di Gerakan Pangan Murah ini memang memiliki selisih cukup jauh dari yang dijual di pasaran.

Beras SPHP di Gerakan Pangan Murah ini dijual seharga Rp 10.400 per kilonya, sedangkan beras PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat) dari gapoktan dijual seharga Rp 11.800 per kilonya.

Baca Juga :  World Physio Day, Puluhan Fisioterapi di Kudus Terjun ke CFD, Beri Terapi Nyeri Pinggang Gratis

“Memang harga di lapangan selisih jauh, bahkan selisihnya sampai Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu. Sehingga masyarakat antusias membeli di gerakan pangan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Didik mengatakan bahwa digelarnya Gerakan Pangan Muda ini ditujukam untuk memotong distribusi dan rantai komoditas pangan di Kabupaten Kudus. Lalu, untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Juga sebagai upaya untuk pengendalian inflasi di Kudus,” tuturnya.

Katanya, Gerakan Pangan Murah ini rutin digelar setiap hari Jumat di pekan kedua setiap bulannya. Namun, lantaran ini dilakukan serentak secara nasional, maka diajukan pada hari ini. Selain beras, ada pula komoditas lain yang dijual seperti gula dan minyak goreng.

“Harapannya, Gerakan Pangan Murah ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Tiga Tahun Dikembangkan, Tembakau Gulang Mulai Tunjukkan Hasil
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Kudus Serahkan 60 Alsintan kepada Kelompok Tani
Kolaborasi LPPNU dan MWC NU Dawe Lahirkan Kader Penggerak Pertanian Organik
Dinas Pertanian Kudus Siapkan Strategi Hadapi El Nino, Petani Diminta Adaptasi Pola Tanam
Gerakan Tani Karangsari Adukan Dugaan Jual Beli Lahan Eks HGU ke DPRD Pati
Terjerat Utang Rp150 Juta, Petambak Tunggulsari Gagal Panen Diterjang Rob
Jadikan Sawah sebagai Laboratorium, Hamdan Adib Ciptakan Pupuk dan Pestisida Organik
Pelemahan Rupiah Tekan Peternak Unggas Pati, Harga Pakan Naik Keuntungan Menyusut
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:45 WIB

Tiga Tahun Dikembangkan, Tembakau Gulang Mulai Tunjukkan Hasil

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Kudus Serahkan 60 Alsintan kepada Kelompok Tani

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:57 WIB

Kolaborasi LPPNU dan MWC NU Dawe Lahirkan Kader Penggerak Pertanian Organik

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:19 WIB

Dinas Pertanian Kudus Siapkan Strategi Hadapi El Nino, Petani Diminta Adaptasi Pola Tanam

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Gerakan Tani Karangsari Adukan Dugaan Jual Beli Lahan Eks HGU ke DPRD Pati

Berita Terbaru