Jurnalpantura.id, Kudus – Stok darah golongan B Palang Merah Indonesi (PMI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berkurang menjelang akhir Ramadan.
Stok darah golongan B sendiri per 19 April 2023 ada sebanyak 20 kantong. Terdiri dari 19 kantong whole blood (darah lengkap)/packet red cells (sel darah merah). Sementara satu kantong sisanya adalah darah trombosit.
Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus dr Arief Adi Saputro menyampaikan, stok darah golongan B mengalami kekurangan sejak dua hari yang lalu. Hal ini lantaran pendonor untuk golongan darah B menurun menjelang hari Lebaran.
Pihaknya menjelaskan, masyarakat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan memang menyumbang penurunan stok kantong darah di PMI Kudus. Berbeda, saat di luar bulan puasa memang dikatakan lebih ramai.
“Kalau awal awal stok kita mencukupi, tapi biasanya pada saat bulan puasa itu kan memang beberapa temen temen muslim itu menjalankan ibadah puasa itu jadi upaya mereka untuk donor darah itu, tidak seperti pada bulan puasa,” ujarnya, Rabu (19/4/2023).
Sementara permintaan dari rumah sakit untuk kantong darah, dikatakan Arief, masih relatif stabil. Terlebih, untuk golongan darah B yang dinilai stabil, namun stok kantong darah yang mulai berkurang karena menurunnya pendonor.
“Mungkin satu dua hari ini permintaan golongan darah B cukup banyak, akibatnya stok kami yang golongan darah B berkurang,” katanya.
Kendati demikian, PMI Kudus telah melakukan berbagai upaya untuk menarik masyarakat untuk melakukan donor darah dan mengamankan stok kantong darah selama Bulan Ramadan.
Diantaranya, dengan melakukan jemput bola di gereja-gereja yang ada di Kabupaten Kudus. Kemudian, melakukan donor darah keliling di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus setiap hari.
“Donor Danar Keliling di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus itu hampir setiap hari, kecuali pada hari sampai lebaran, itu tidak bisa karena memang dipakai untuk posko lebaran,” ujarnya.
Pihaknya juga melakukan sistem gateway untuk menjak para pendonor yanh memiliki golongan darah B untuk datang ke Markas PMI Kudus. Serta, menyediakan menu donor tambahan, seperti minyak goreng, jenang.
“Harapannya agar meningkatkan pelayanan daripada pendonor,” tukasnya. (J05/A01)










