Jurnalpantura.id, Kudus – Akses jalan menuju SD 2 dan SD 3 Bacin di Kabupaten Kudus kini tidak lagi menjadi kendala bagi siswa, guru, maupun orang tua murid.
Kondisi becek dan berlumpur saat musim hujan yang sebelumnya sering dikeluhkan kini telah berubah menjadi jalur yang mulus dan nyaman dilalui.
Perubahan tersebut terwujud setelah PT Jaleca Tri Tunggal melalui program Bina Lingkungan melaksanakan pengaspalan jalan sekaligus pembangunan saluran irigasi di sekitar area sekolah.
Proyek ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung fasilitas publik di wilayah sekitar operasionalnya.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap aspirasi yang disampaikan oleh pihak sekolah serta Pemerintah Desa Bacin.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, pihak perusahaan memilih turun tangan membantu penyediaan infrastruktur dasar yang dinilai mendesak.
Wakil Direktur PT Jaleca Tri Tunggal, Sandung Hidayat, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Program bina lingkungan ini kami jalankan sebagai jawaban atas keterbatasan anggaran daerah. Alhamdulillah, permohonan dari SD 2 dan SD 3 Bacin untuk perbaikan jalan serta saluran air sudah berhasil kami realisasikan,” ujar Sandung, Kamis, 18/6/2026.
Ia menjelaskan bahwa jalan yang sebelumnya hanya berupa tanah padas yang tidak rata kini telah diaspal dengan lebar sekitar 2,5 hingga 2,7 meter.
Selain itu, pembangunan saluran drainase sepanjang kurang lebih 100 meter juga dilakukan untuk mengalirkan air ke area persawahan sehingga mengurangi risiko genangan.
Menurutnya, perbaikan ini memberikan dampak langsung bagi aktivitas warga sekolah. Kondisi sebelumnya kerap menyulitkan orang tua saat mengantar dan menjemput anak karena jalan licin dan kotor, terutama ketika musim hujan tiba.
Kepala SD 2 Bacin, Ragil Tri Sujatmiko, turut menyampaikan apresiasi atas selesainya proyek tersebut. Ia menilai perbaikan akses jalan menjadi kebutuhan yang jauh lebih mendesak dibandingkan fasilitas lain di lingkungan sekolah.
“Bangunan kelas kami masih dalam kondisi layak dan perbaikannya sudah memiliki jalur program dari pemerintah pusat. Namun akses jalan ini sangat mendesak, sehingga kami mengajukannya terlebih dahulu. Sekarang anak-anak bisa datang ke sekolah dengan lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Ragil juga menambahkan bahwa keberadaan jalan yang sudah diaspal dan sistem drainase yang baik membuat lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan tidak lagi tergenang saat hujan deras. Hal ini turut meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Dengan selesainya proyek ini, diharapkan akses pendidikan di SD 2 dan SD 3 Bacin semakin lancar dan tidak lagi terkendala faktor cuaca.
Kolaborasi antara pihak swasta, sekolah, dan pemerintah desa juga dinilai menjadi contoh sinergi positif dalam pembangunan fasilitas dasar masyarakat. (J05/A01)










