Jurnalpantura.id, Kudus — Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kudus bersama menjaga kemanan dan kondusifitas wilayah setempat.
Imbauan tersebut disampaikan Dandim menyikapi memanasnya situasi nasional, khususnya aksi demonstrasi berujung kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Mengantisipasi agar wilayah Kudus selaman aman dan kondusif, Letkol Inf Hermawan mengimbau kepada semua masyarakat untuk meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Termasuk dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476 Kabupaten Kudus pada bulan September ini.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar kegiatan bersifat kerumunan ditiadakan, salah satunya kegiatan dalam rangka Hari Jadi (HUT Kudus), jangan sampai ditunggangi,” imbau Dandim pada Selasa, 2 September 2025.
Lebih lanjut, pihaknya juga minta kepada semua mahasiswa maupun aktivis yang ingin menyampaikan aspirasinya, dilakukan tanpa melibatkan banyak massa.
Penyampaian aspirasi terkait kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini bisa melalui doa bersama atau sholat ghoib, seperti yang dilakukan para mahasiswa-aktivis di depan Mapolres Kudus pada Jumat, 28 Agustus 2025 lalu.
Dalam situasi nasional yang belum stabil sepenuhnya seperti saat ini, Letkol Inf Hermawan menyampaikan, Kodim 0722/Kudus mendapat perintah untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Upaya yang dilakukan dengan cara melakukan patroli gabungan bersama personel Polres Kudus hingga Satpol-PP setiap 2 jam sekali. Termasuk patroli cyber oleh unit tingkatan, serta imbauan-imbauan lainnya.
“Kami ikut menjaga, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan saat terjadi aksi demonstrasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Dandim menuturkan bahwa objek-objek vital di wilayah Kudus juga dilakukan penjagaan khusus. Hal itu sebagai langkah antisipasi Kodim 0722/Kudus terhadap gerakan anarkis yang menyasar objek vital daerah.
Letkol Inf Hermawan menyampaikan, objek vital yang dilakukan penjagaan terdiri atas Pendapa Kabupaten, Gedung DPRD, serta Mapolres Kudus. Termasuk fasilitas-fasilitas umum lainnya.
“Seperti di DPRD Kudus, ada 25 personel BKO Yonkav (Bawah Kendali Operasi Batalyon Kavaleri) yang siaga. Tujuannya untuk mengantisipasi gerakan yang menyasar objek vital,” tegas Dandim 0722/Kudus.
Kemudian, Babinsa di tiap desa/kelurahan di Kudus juga mendapat tugas untuk memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak mengikuti aksi-aksi anarkis.
Sebelumnya, personel Polres Kudus juga disiagakan untuk mengamankan objek-objek vital di wilayah Kabupaten Kudus. Salah satunya di area gedung DPRD, total ada 8 personel polisi yang disiagakan.(J03/A01)










