Cegah Risiko Kehamilan, DKK Minta Perusahaan Fasilitasi Senam Khusus bagi Pekerja Hamil

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi. Senam khusus ibu hamil. (Foto: AI)

Foto Ilustrasi. Senam khusus ibu hamil. (Foto: AI)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mendorong peningkatan perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, terutama perempuan yang tetap menjalankan aktivitas pekerjaan selama masa kehamilan.

Pengawasan kesehatan dinilai perlu melibatkan fasilitas kesehatan, keluarga, serta lingkungan tempat kerja.

Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan keberadaan fasilitas pendukung bagi ibu hamil di tempat kerja menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan. Fasilitas tersebut antara lain dapat berupa sarana senam ibu hamil hingga program pencegahan komplikasi kehamilan.

“Ini jadi PR kita bagaimana ibu-ibu yang mungkin berusaha atau bekerja di pabrik itu bisa ada fasilitas untuk senam ibu hamil ataupun nanti pencegahan. Ini yang kita pikirkan sekarang,” ungkap Abdul Hakam, Jumat, 21/8/2026.

Menurutnya, kebutuhan tersebut cukup penting mengingat banyak perempuan di Kabupaten Kudus yang bekerja, termasuk di sektor industri seperti pabrik rokok. Kondisi itu membuat kesehatan ibu selama kehamilan perlu tetap menjadi perhatian meskipun mereka masih menjalankan rutinitas pekerjaan.

“Ini juga jadi PR besar dari DKK, bagaimana di Kudus ini banyak ibu bekerja, lebih dari 100 ribu-lah mungkin ya, ibu bekerja di pabrik rokok dan sebagainya, ya harus pas hamil juga harus dipantau,” katanya.

Selain perhatian terhadap ibu hamil yang bekerja, Abdul Hakam juga menyoroti masih ditemukannya kehamilan anak ketiga maupun keempat. Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan pemantauan lebih ketat karena setiap kehamilan memiliki faktor risiko yang perlu diketahui sejak dini.

Baca Juga :  Bupati Kudus Optimis Wujudkan 20 Program Unggulan Meski Ada Efisiensi Anggaran

Abdul Hakam menyebut hingga saat ini terdapat lima kasus kematian ibu di Kudus. Beberapa di antaranya berkaitan dengan gangguan hormon tiroid dan pendarahan, sementara kasus lainnya berhubungan dengan hipertensi yang berkembang menjadi komplikasi serius, termasuk stroke.

“Sudah ada lima kasus kematian ibu. Diantaranya karena gangguan hormon tiroid dan pendarahan, sedangkan kasus lainnya berkaitan dengan hipertensi yang kemudian menimbulkan komplikasi serius seperti stroke,” terangnya.

Ia menilai risiko pendarahan sebenarnya dapat diantisipasi apabila kondisi kehamilan dipantau secara rutin dan faktor risikonya diketahui lebih awal. Karena itu, masih adanya ibu hamil yang kurang melakukan pemeriksaan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

“Pendarahan ini kan sebenarnya kan bisa nanti dicegah lebih awal, tapi karena memang itu tadi, hamilnya kondisinya kurang kontrolnya,” ujarnya.

DKK Kudus pun mengingatkan calon ibu dan keluarga agar tidak mengabaikan pemeriksaan kehamilan.

“Jadi harus kontrol rutin setiap bulan. Selama kehamilan itu harus rutin kontrol satu bulan sehingga bisa dipantau,” tegasnya.

Apabila pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama menemukan kondisi berisiko, ibu hamil akan dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Upaya tersebut diharapkan mampu mendeteksi komplikasi sedini mungkin dan menekan risiko kematian ibu di Kabupaten Kudus. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru