Kasus Kelainan Jantung Anak Cukup Tinggi, Pemkab Kudus Gandeng Investor Bangun RS Khusus Jantung

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kudus, saat meninjau layanan pemeriksaan jantung yang diselenggarakan  oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di RSUD dr. Loekmono Hadi. (Foto: J05)

Bupati Kudus, saat meninjau layanan pemeriksaan jantung yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di RSUD dr. Loekmono Hadi. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kasus kelainan jantung pada anak di Kabupaten Kudus dan wilayah sekitarnya terungkap cukup tinggi. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pasien anak yang datang untuk menjalani pemeriksaan maupun pengobatan di fasilitas kesehatan dalam beberapa bulan terakhir.

Fakta itu mencuat saat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama tim dokter spesialis jantung anak mengadakan kegiatan skrining dan pemeriksaan jantung di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Sabtu, 23/5/2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun IDAI. Pemeriksaan dipimpin langsung oleh dokter spesialis anak konsultan kardiologi, dr. Agus Priyatno, Sp.A Subsp.Kardio(K).

Dalam pelaksanaannya, tim medis memanfaatkan enam unit alat ekokardiografi atau USG jantung untuk mendeteksi kemungkinan kelainan jantung pada anak sejak usia dini.

dr. Agus menjelaskan, selama tiga bulan terakhir jumlah pasien anak dengan gangguan jantung terus mengalami peningkatan. Bahkan sebagian besar pasien dari Kudus sebelumnya harus menjalani rujukan ke rumah sakit di Semarang untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

“Hingga saat ini tercatat sekitar 99 pasien anak datang berobat ke rumah sakit dalam kurun tiga bulan terakhir,” ujarnya.

Ia menilai kebutuhan layanan dokter spesialis jantung anak di Kudus sudah mendesak agar masyarakat tidak selalu bergantung pada layanan di luar daerah.

Tingginya angka kasus tersebut menjadi alasan IDAI bersama tim kardiologi anak menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kudus.

Setelah kegiatan di Kudus selesai, agenda serupa juga akan dilaksanakan di Kabupaten Rembang dengan sasaran pemeriksaan ratusan anak.

Baca Juga :  Mepet Akhir Tahun, Revitalisasi Delapan Pasar Tradisional di Kudus Akhirnya Dimulai

Dalam pelaksanaan skrining di Kudus, sekitar 120 anak mengikuti pemeriksaan jantung. Sementara itu di Rembang, lebih dari 100 anak dijadwalkan menjalani pemeriksaan serupa sebagai upaya memperluas deteksi dini penyakit jantung bawaan pada anak.

Sementara iyu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting agar anak yang memiliki kelainan jantung dapat segera memperoleh penanganan sebelum kondisi menjadi lebih berat.

Ia berharap dokter puskesmas dan tenaga kesehatan umum mampu mengenali tanda-tanda awal penyakit jantung pada anak, seperti bayi tampak kebiruan, berat badan sulit naik, hingga denyut jantung tidak normal.

“Kami tengah memperkuat layanan jantung anak di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, termasuk mendukung rencana pembangunan rumah sakit khusus jantung agar pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih mudah dan terjangkau,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan layanan jantung anak di Kudus akan sangat membantu masyarakat, terutama dari sisi biaya transportasi dan efesiensi pelayanan kesehatan.

“Kita tahu ongkos transportasi dari Kudus atau Rembang ke Semarang bisa lebih dari Rp 500 ribu pulang pergi. Maka ini sangat membantu masyarrakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kudus juga mendukung rencana investasi pembangunan rumah sakit khusus jantung di Kudus untuk memperkuat pelayanan kesehatan jantung anak maupun dewasa.

“Pak Bupati memerintahkan agar proses perizinan maupun pengadaan rumah sakit jantung bisa didukung penuh oleh Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 62 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru