Jurnalpantura.id, Kudus – Program Pertukaran Pelajar bagi siswa SD dan SMP yang digagas Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mendapat sambutan hangat dari para peserta.
Program yang bertujuan memperluas wawasan dan pengalaman belajar ini bahkan memunculkan harapan dari para pelajar agar durasinya diperpanjang hingga satu bulan.
Sebanyak 272 pelajar dari jenjang SD dan SMP secara resmi dilepas untuk mengikuti program pertukaran pelajar tingkat Kabupaten Kudus pada Senin, 19/1/2026.
Kegiatan tersebut dirancang berlangsung selama tujuh hari dan dijadwalkan berakhir pada 24 Januari 2026.
Setelah berjalan sekitar lima hari, mayoritas peserta menyampaikan kesan positif karena dapat merasakan suasana, metode pembelajaran, serta kegiatan sekolah yang berbeda dari sekolah asal.
Selain memperoleh pengalaman akademik, program ini juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian siswa dalam berkomunikasi dengan lingkungan baru.
Nilai-nilai positif dan budaya baik yang diperoleh selama pertukaran diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan di sekolah asal masing-masing.
Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun, mengungkapkan bahwa sekolahnya menerima enam siswa dari SMP Negeri 1 Mejobo.
Selama pelaksanaan program, para peserta diperkenalkan dengan beragam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler yang ada di sekolah tersebut.
“Respons mereka sangat positif, bahkan banyak yang meminta agar program ini diperpanjang sampai satu bulan,” ujar Sumaryatun saat ditemui pada Sabtu, 24/1/2026.
Beragam kegiatan unggulan turut dikenalkan, khususnya di bidang ekstrakurikuler seperti seni tari dan karawitan. Selain itu, SMP Negeri 1 Jati juga memiliki sejumlah program literasi, mulai dari Perpustakaan Wiyata Pustaka, Angkringan Literasi, hingga Sajaku Podcast dan Vintage Corner.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi awal terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Usulan siswa terkait perpanjangan durasi program nanti akan dibahas lebih lanjut dengan Bupati Kudus,” ucapnya.
Anggun menegaskan bahwa program pertukaran pelajar akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dengan jadwal di awal semester ganjil dan genap serta melibatkan peserta yang bergantian. (J05/A01)










