Jurnalpantura.id, Kudus – Kabupaten Kudus tengah bersiap mengimplementasikan pendekatan pembelajaran baru dalam Kurikulum Merdeka, yakni deep learning atau pembelajaran mendalam.
Sebagai langkah awal, delapan sekolah di Kudus dijadikan tempat pelatihan bagi para guru dan kepala sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP untuk menyatukan persepsi dan pemahaman bersama mengenai konsep ini.
Pelatihan ini menjadi bagian dari inovasi pendidikan yang diharapkan mampu mengubah wajah pembelajaran di kelas, dengan menjadikan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar.
Para peserta mendapatkan materi dari fasilitator berpengalaman untuk membekali mereka dengan pemahaman teoretis sekaligus praktik pembelajaran yang bermakna.
Salah satu fasilitator pelatihan di SMP 4 Bae, Nurhadi, menjelaskan bahwa deep learning merupakan pendekatan yang mengedepankan pemahaman konsep secara mendalam serta penerapannya dalam kehidupan nyata.
“Pendekatan ini menekankan pada pengalaman belajar yang bermakna, melibatkan siswa secara aktif, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan,” ungkapnya, Jumat, 25/7/2025.
Pelatihan berlangsung selama enam hari, sejak 22 hingga 27 Juli 2025, dengan Nurhadi membimbing kelas deep learning 1 C yang terdiri dari guru PAUD, SD, dan SMP dari delapan sekolah yang telah dipilih.
Sekolah-sekolah tersebut merupakan penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja karena capaian prestasi tertentu.
BOS Kinerja sendiri diberikan kepada sekolah yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) maupun prestasi lain yang tercermin dalam rapor mutu pendidikan.
“Dari dapodik inilah nantinya sekolah yang berprestasi akan mendapatkan BOS kinerja,” jelas Nurhadi.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru untuk mengubah pendekatan pembelajaran di kelas. Fokusnya adalah memastikan tidak ada siswa yang tertinggal, serta mendorong suasana belajar yang lebih inklusif dan menyenangkan bagi semua.
“Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran saja, tapi juga menciptakan proses belajar yang menyenangkan, semua siswa terlayani dengan baik, dan karakter mereka terbentuk secara optimal,” tutup Nurhadi. (J05/A01)










