Angka Partisipasi Warga Kudus Terhadap Program CKG Tunjukkan Tren Positif, Seribuan Peserta Sudah Mendaftar

- Jurnalis

Senin, 24 Februari 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Jati, Kabupaten Kudus. (Foto: JP)

Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Jati, Kabupaten Kudus. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan sebagai hadiah spesial untuk masyarakat yang berulang tahun, menunjukkan tren yang sangat positif di Kabupaten Kudus.

Berdasarkan data terbaru yang terhimpun melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) per 22 Februari 2025, jumlah pendaftar CKG mencapai 1.110 orang.

Angka ini mencatatkan peningkatan yang signifikan, terutama jika dibandingkan dengan data pada hari ketiga peluncuran program pada 13 Februari 2025 yang hanya mencatat 135 orang pendaftar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK), Andini Aridewi, mengungkapkan bahwa dari total pendaftar tersebut, 504 orang atau sekitar 45,4 persen telah hadir untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Sementara sekitar 606 orang atau 54,6 persen lainnya tercatat telah membuat janji temu,” ungkap Andini, Senin (24/2/2025).

Puskesmas Sidorekso tercatat sebagai lokasi dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 291 orang, meskipun yang hadir hanya 38 orang. Puskesmas Jekulo juga melaporkan jumlah pendaftar sebanyak 140 orang, dengan 111 orang di antaranya hadir untuk mengikuti pemeriksaan.

Sementara Puskesmas Dawe melaporkan 120 pendaftar dengan 85 orang hadir. Puskesmas lainnya, seperti Puskesmas Undaan dan Kaliwungu, juga mencatatkan angka pendaftar yang cukup signifikan, meskipun kehadiran masyarakat masih terbilang setengah dari jumlah pendaftar.

Baca Juga :  Komitmen Turunkan AKI dan AKB, RSUD dr. Loekmono Hadi Resmikan Layanan “Nasi Jangkrik”

“Sasaran CKG di Kudus mencakup bayi baru lahir, balita, anak usia pra-sekolah, usia pendidikan dasar, usia produktif, hingga usia lanjut,” jelas Andini.

Program CKG menyediakan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pemeriksaan jantung, gigi, status gizi, tekanan darah, gula darah, risiko stroke, fungsi ginjal, hingga TBC.

Untuk mengikuti program CKG, masyarakat bisa mendaftar ulang hingga 30 hari setelah tanggal ulang tahun melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile atau langsung ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa data diri.

Di Puskesmas Jati, Kepala Puskesmas Darini melaporkan bahwa layanan CKG juga mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli dengan kesehatan mereka.

“Antusiasme masyarakat cukup besar, setiap hari ada peserta yang datang untuk mendaftar atau mengakses layanan cek kesehatan,” ungkap Darini. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru