Angka LSL Naik 10 Persen, Kasus HIV Banyak Ditemukan di Kalangan Usia 20 Tahun

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan pencegahan HIV dengan PrEP yang digelar di Kudus, beberaa waktu lalu. (Foto: JP)

Pelatihan pencegahan HIV dengan PrEP yang digelar di Kudus, beberaa waktu lalu. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Jumlah Lelaki Seks Lelaki (LSL) mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan data dari SSR HIV FATAYAT NU Jawa Tengah, populasi LSL kini telah menembus lebih dari 1.000 orang, mencakup mereka yang sudah maupun belum terinfeksi HIV.

“Setiap tahun, jumlah LSL di Kudus meningkat sekitar 10 persen. Mereka tidak hanya berasal dari Kudus, tapi juga banyak yang merupakan pendatang,” ujar Adiningtyas Prima Yulianti, Koordinator SSR HIV FATAYAT NU Jateng, saat pelatihan pencegahan HIV dengan PrEP yang digelar di Kudus, beberaa waktu lalu.

Dalam upaya menanggulangi penyebaran HIV, FATAYAT NU mendorong tenaga kesehatan untuk menggunakan pendekatan yang lebih lembut. Edukasi yang tidak menghakimi dinilai efektif dalam membangun kepercayaan komunitas LSL agar mau mengakses layanan kesehatan secara rutin.

“Penting bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dengan cara halus, agar tidak membuat LSL merasa terintimidasi atau menjauh dari layanan,” jelas Adiningtyas.

Ia menekankan bahwa penggunaan kondom masih menjadi alat utama dalam pencegahan HIV, sementara Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) lebih bersifat sebagai pelengkap.

Baca Juga :  4.000 Kader Posyandu Disiapkan untuk Program ILP Kesehatan di Tingkat RW

Menurutnya, PrEP belum bisa dijadikan garda depan pencegahan karena belum menjangkau semua kelompok usia serta masih memerlukan edukasi yang lebih mendalam.

“PrEP penting, tapi tetap pilihan tambahan. Pencegahan utama tetap dengan kondom,” tegasnya.

Fakta yang cukup mengejutkan, lanjut Adiningtyas, adalah ditemukannya banyak kasus HIV pada usia 20 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku seksual berisiko sudah mulai terjadi sejak usia belasan, sehingga edukasi perlu dilakukan sejak dini dan juga melibatkan peran orang tua.

Dalam pengamatan FATAYAT NU, tingkat kedisiplinan penggunaan kondom ternyata lebih tinggi di kalangan waria dibandingkan LSL. Oleh karena itu, kampanye penggunaan PrEP di Kudus terus digencarkan dengan narasi yang tepat agar tidak menimbulkan salah kaprah.

“Kami tekankan bahwa PrEP bukan jalan utama. Ini untuk mencegah anggapan bahwa HIV bisa diremehkan hanya karena ada PrEP,” pungkas Adiningtyas. (J05/A01)

Berita Terkait

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September
Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan
Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan
Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas
Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome
Investasi RSUD Sunan Muria Kudus Diproyeksikan Rp 250 Miliar, Dua Investor Nyatakan Minat
Tekan Angka Kematian Ibu, DKK Kudus Gandeng PKK Luncurkan Kencan Bumil dan Parijata
Berita ini 107 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:59 WIB

IGD RSUD Kudus Makin Padat, Kasus Infeksi Meningkat sejak Awal September

Rabu, 23 September 2026 - 11:58 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Cuaca Ekstrem, DKK Kudus Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan

Selasa, 22 September 2026 - 16:14 WIB

Seleksi Nakes Teladan 2026, DKK Kudus Turunkan Tim Verifikasi Lapangan

Selasa, 22 September 2026 - 15:13 WIB

Dua Remaja di Kudus Ditemukan Terpapar HIV, KPA Soroti Gaya Hidup Seks Bebas

Selasa, 22 September 2026 - 13:57 WIB

Didominasi Faktor Risiko LSL, 108 Kasus HIV Ditemukan di Kudus Selama Pertengahan 2026

Berita Terbaru