Jurnalpantura.id, Kudus – Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Muria mengakibatkan longsor hebat di jalur menuju objek wisata alam Air Tiga Rasa Rejenu, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Sabtu 17/01/2026 dini hari.
Akibatnya, akses jalan terputus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Kapolsek Dawe, AKP Budianto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk menerjunkan alat berat guna membersihkan material longsor. Namun, evakuasi masih harus menunggu cuaca membaik.
”Kami siapkan alat berat untuk membersihkan jalan karena ada batu besar yang menutup jalur. Pelaksanaan evakuasi menunggu curah hujan reda karena lokasi masih sangat rawan longsor susulan,” ujar AKP Budianto.
AKP Budianto menyebut, longsor pertama kali diketahui oleh Juru Kunci Air Tiga Rasa Rejenu, Didik, sekitar pukul 06.30 WIB. Saat hendak memantau kawasan wisata, ia mendapati badan jalan selebar tiga meter sudah tertutup material lumpur dan bebatuan besar.
“Material longsor berasal dari tebing setinggi kurang lebih 25 meter dan lebar 15 meter. Ada batu berukuran sangat besar yang ikut terseret ke jurang dan merusak badan jalan. Benar-benar tidak bisa dilewati,” ungkap Kapolsek Dawe.
Ia menambahkan, batu besar tersebut sebenarnya sudah sempat diupayakan untuk dievakuasi oleh tim BPBD sebelumnya, namun gagal karena ukurannya yang sangat besar dan teksturnya yang keras.
Titik longsor ini berada sekitar satu kilometer dari pusat objek wisata Air Tiga Rasa Rejenu.
Juru Kunci Air Tiga Rasa Rejenu, Didik menambahkan, beruntung tidak ada korban jiwa maupun pengunjung yang terjebak dalam peristiwa ini.
”Sejak malam hari kami sudah mengimbau pengunjung untuk turun dan tidak bermalam di area wisata karena cuaca ekstrem. Jadi saat kejadian, lokasi sudah steril,” ungkapnya.
Hingga saat ini, relawan dan petugas Desa Tangguh Bencana (Destana) masih fokus menangani wilayah terdampak lainnya.
Didik berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen pada jalur ini.
”Jalur menuju Rejenu ini butuh pembangunan talud dan pengecoran ulang. Longsor sudah sering terjadi di sini, tapi kali ini yang paling parah hingga akses mati total,” tegas Didik.
Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat yang hendak berkunjung ke wilayah lereng Muria, diimbau untuk tetap waspada dan memantau prakiraan cuaca, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Kudus. (J02/A01)










