Akses Muria Dibuka Bertahap, Jalan Penghubung Rahtawu–Ternadi Dilanjutkan 2026

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pembukaan jalan tembus Rahtawu-Ternadi di Kabupaten Kudus. (Foto: J02)

Proses pembukaan jalan tembus Rahtawu-Ternadi di Kabupaten Kudus. (Foto: J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan akan melanjutkan proyek pembukaan jalan penghubung antara Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, dan Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, pada tahun 2026.

Proyek strategis di lereng Pegunungan Muria ini merupakan gagasan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, mengatakan bahwa proyek tersebut sebelumnya telah membuka akses jalan sepanjang kurang lebih 500 meter dengan lebar empat meter.

Padahal, pada perencanaan awal, pembukaan jalan hanya ditargetkan sepanjang 425 meter.

“Rencana akan dilanjutkan kembali nanti di APBD Perubahan Tahun 2026, masih menunggu arahan dari Bupati Kudus,” ujar Famny saat dimintai keterangan, Senin, 2/1/2026.

Famny menjelaskan, secara keseluruhan panjang jalan tembus Rahtawu–Ternadi diperkirakan mencapai tiga hingga empat kilometer.

Keberhasilan tahap awal ini membuat Pemkab Kudus semakin optimistis untuk membuka akses jalan yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

Baca Juga :  47 Sekolah Rusak di Kudus Belum Direhab, Komisi D: Yang Penting Pertengahan Desember Selesai

Dengan terbukanya akses tersebut, warga tidak perlu lagi memutar jauh untuk menuju wilayah Kecamatan Gebog maupun Dawe. Hal ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dan mempermudah mobilitas harian masyarakat di dua kecamatan tersebut.

“Pada tahun 2026, kami menargetkan pembukaan lanjutan sepanjang 500 meter dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 500 juta,” tambahnya.

Proyek ini direncanakan kembali dikerjakan melalui program Karya Bakti, dengan harapan dapat dilanjutkan setiap tahun hingga rampung pada 2027.

Famny menegaskan, saat ini pekerjaan masih sebatas pembukaan lahan. Jalan yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak selebar sekitar satu meter dan dipenuhi semak belukar, kini telah terbuka dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Ke depan, proyek ini diharapkan mampu mendukung konektivitas, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi dan pariwisata di lereng Muria. (J05/A01)

Berita Terkait

Pembangunan Stadion Wergu Wetan Kudus Segera Dimulai, Pemenang Lelang Telah Ditetapkan
Jalan Kudus-Kaliwungu Diperlebar, Proyek Rp2,5 Miliar Ditarget Rampung September
Pakai Dana Cukai Rp4,9 Miliar, Jembatan 10 Kesambi Kudus Diganti Total
Jalan Pasuruhan Lor-Dukuh Kencing Kudus Dilebarkan Jadi 6 Meter, Anggaran Rp3,9 Miliar
Resmikan 3 Jembatan Garuda, Warga Tak Lagi Bergantung Jembatan Bambu
Drainase Dibangun di 30 Titik, Pemkab Kudus Siapkan Dana Hampir Rp10 Miliar
Kurangi Genangan, Pemkab Kudus Bangun Drainase Jalan Wahid Hasyim Senilai Rp2,2 Miliar
BPJ Wilayah Pati Segera Perbaiki Jalan dan Talut Ambles di Jalur Colo, Anggaran Capai Rp8,47 Miliar
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:47 WIB

Pembangunan Stadion Wergu Wetan Kudus Segera Dimulai, Pemenang Lelang Telah Ditetapkan

Selasa, 1 September 2026 - 17:46 WIB

Jalan Kudus-Kaliwungu Diperlebar, Proyek Rp2,5 Miliar Ditarget Rampung September

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Pakai Dana Cukai Rp4,9 Miliar, Jembatan 10 Kesambi Kudus Diganti Total

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Jalan Pasuruhan Lor-Dukuh Kencing Kudus Dilebarkan Jadi 6 Meter, Anggaran Rp3,9 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:12 WIB

Resmikan 3 Jembatan Garuda, Warga Tak Lagi Bergantung Jembatan Bambu

Berita Terbaru