Buang Sial, Warga Tionghoa Kudus Ikuti Ritual Ciswak di Kelenteng Hok Hien Bio

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ritual Ciswak di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus. (Foto: J05)

Ritual Ciswak di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 244 warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Kudus mengikuti Ritual Ciswak yang digelar di Kabupaten Kudus, Jumat, 26/2/2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Kelenteng Hok Hien Bio dan diikuti para peserta dari berbagai usia.

Ketua Yayasan Kelenteng Hok Hien Bio Kudus, Lina Candra, menuturkan bahwa Ritual Ciswak ditujukan bagi warga Tionghoa yang shio-nya tidak selaras dengan tahun ini, atau selain shio kuda api.

Shio yang dimaksud meliputi shio kuda, kelinci, tikus, dan ayam yang dipercaya memiliki potensi kurang harmonis pada perhitungan tahun berjalan.

Menurut Lina, Ritual Ciswak dipercaya dapat menghindarkan warga dari nasib buruk selama satu tahun ke depan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin pemuka agama, dilanjutkan dengan prosesi pemberkatan serta pembagian bingkisan ciswak kepada para peserta.

“Kegiatan ini untuk tolak balak. Bagi yang shio-nya tidak selaras dengan tahun ini, semoga sepanjang tahun tidak ada halangan apa-apa,” ujar Lina saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, filosofi Ritual Ciswak berangkat dari konsep keseimbangan seperti im dan yang, di mana dalam kehidupan selalu ada sisi baik dan kurang baik.

Baca Juga :  Catat Full Promo Pertamina Libur Nataru : BBM, Bright Gas, hingga Hotel

Untuk menjaga keseimbangan tersebut, dilakukanlah ritual ini yang dalam tradisi Jawa dikenal dengan istilah ruwatan.

“Supaya hal-hal buruk tidak mengganggu, untuk menjaga keseimbangan dan selaras dalam menjalani kehidupan,” terangnya.

Usai doa bersama, para peserta menerima “Peng An Mi”, yakni paket bingkisan yang telah diberkati untuk dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah. Isi bingkisan tersebut antara lain handuk, beras, permen, misua, roti, air mineral, serta kertas Hu dari Dewa Bumi.

“Handuk yang diberikan dianjurkan digunakan untuk mandi selama setahun sebagai simbol perlindungan dan pembersihan diri,” ucapnya.

Lina menambahkan, Ritual Ciswak di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus rutin dilaksanakan setelah perayaan Tahun Baru Imlek dan sebelum perayaan Cap Go Meh. Tahun ini, perayaan Cap Go Meh direncanakan berlangsung pada 3 Maret 2026.

Ia berharap melalui ritual ini, warga Tionghoa yang shio-nya tidak selaras dapat menjalani tahun dengan lebih tenang, lancar, dan terhindar dari berbagai kemungkinan nasib buruk. (J05/A01)

Berita Terkait

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun
Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga
Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan
12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI
Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang
Bulusan 2026 di Kudus Tanpa Tiket, Warga Antusias Rayakan Tradisi Kupatan
Rebutan Berkah di Sewu Kupat Muria, Warga Padati Taman Ria Colo
Ada Makna Dibalik Kirab Kerbau Bule Sebelum Pesta Lomban Jepara
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:35 WIB

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:08 WIB

Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:01 WIB

12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI

Jumat, 24 April 2026 - 14:59 WIB

Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang

Berita Terbaru