Jurnalpantura.id, Kudus – Sebanyak 244 warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Kudus mengikuti Ritual Ciswak yang digelar di Kabupaten Kudus, Jumat, 26/2/2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Kelenteng Hok Hien Bio dan diikuti para peserta dari berbagai usia.
Ketua Yayasan Kelenteng Hok Hien Bio Kudus, Lina Candra, menuturkan bahwa Ritual Ciswak ditujukan bagi warga Tionghoa yang shio-nya tidak selaras dengan tahun ini, atau selain shio kuda api.
Shio yang dimaksud meliputi shio kuda, kelinci, tikus, dan ayam yang dipercaya memiliki potensi kurang harmonis pada perhitungan tahun berjalan.
Menurut Lina, Ritual Ciswak dipercaya dapat menghindarkan warga dari nasib buruk selama satu tahun ke depan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin pemuka agama, dilanjutkan dengan prosesi pemberkatan serta pembagian bingkisan ciswak kepada para peserta.
“Kegiatan ini untuk tolak balak. Bagi yang shio-nya tidak selaras dengan tahun ini, semoga sepanjang tahun tidak ada halangan apa-apa,” ujar Lina saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, filosofi Ritual Ciswak berangkat dari konsep keseimbangan seperti im dan yang, di mana dalam kehidupan selalu ada sisi baik dan kurang baik.
Untuk menjaga keseimbangan tersebut, dilakukanlah ritual ini yang dalam tradisi Jawa dikenal dengan istilah ruwatan.
“Supaya hal-hal buruk tidak mengganggu, untuk menjaga keseimbangan dan selaras dalam menjalani kehidupan,” terangnya.
Usai doa bersama, para peserta menerima “Peng An Mi”, yakni paket bingkisan yang telah diberkati untuk dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah. Isi bingkisan tersebut antara lain handuk, beras, permen, misua, roti, air mineral, serta kertas Hu dari Dewa Bumi.
“Handuk yang diberikan dianjurkan digunakan untuk mandi selama setahun sebagai simbol perlindungan dan pembersihan diri,” ucapnya.
Lina menambahkan, Ritual Ciswak di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus rutin dilaksanakan setelah perayaan Tahun Baru Imlek dan sebelum perayaan Cap Go Meh. Tahun ini, perayaan Cap Go Meh direncanakan berlangsung pada 3 Maret 2026.
Ia berharap melalui ritual ini, warga Tionghoa yang shio-nya tidak selaras dapat menjalani tahun dengan lebih tenang, lancar, dan terhindar dari berbagai kemungkinan nasib buruk. (J05/A01)










