Jurnalpantura id, Kudus – Santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah hingga luar pulau tampak antusias mengikuti kegiatan pasanan Ramadan 1447 H yang digelar di Pondok Pesantren Al Qaumaniyyah.
Program pengajian kitab klasik ini menjadi magnet tersendiri bagi para pencari ilmu yang ingin memanfaatkan bulan suci untuk memperdalam pemahaman agama.
Ketua Pengurus Ponpes Al Qaumaniyyah, Sholikhin, saat diwawancarai pada Rabu (18/2/2026) menyampaikan bahwa pada awal Ramadan jumlah peserta pasanan berkisar antara 40 hingga 50 santri.
Namun, jumlah tersebut diprediksi meningkat signifikan setelah 23 Februari 2026, bertepatan dengan dimulainya kembali kegiatan sekolah formal di sejumlah lembaga pendidikan sekitar pondok.
“Setelah tanggal 23 Februari, insyaallah bisa sampai 150-an santri. Karena berbarengan dengan masuknya kurikulum di sejumlah sekolah formal di sekitar pondok,” ujarnya.
Dalam pasanan tahun ini, para santri mengkaji sejumlah kitab, di antaranya Silahul Muslim, Mukhtarul Ahadis, Bahjatul Tholibin, Akhlaku Hamlatul Qur’an, Israrus Shoum, Al-Masail Al-Khofiyah fi Sholati Asy-Syafi’iyyah, serta Lukmanul Hakim. Materi yang dipelajari meliputi fikih, hadis, akhlak, hingga tasawuf.
Sholikhin menjelaskan, pengkajian kitab tersebut tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman ibadah selama Ramadan, tetapi juga membentuk karakter dan budi pekerti santri. “Santri tidak hanya belajar tentang hukum-hukum ibadah, tetapi juga bagaimana membangun akhlak dan memperkuat spiritualitas,” jelasnya.
Kegiatan pasanan dilaksanakan secara intensif setiap hari setelah salat tarawih, usai dhuhur, serta menjelang waktu berbuka puasa. Untuk mengikuti program ini, santri dikenakan biaya sebesar Rp250 ribu yang mencakup pendaftaran dan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Adapun kitab yang dipelajari dibeli secara mandiri oleh masing-masing peserta.
Mayoritas peserta berasal dari Kudus, Demak, dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Bahkan, ada pula santri dari luar Pulau Jawa, dengan peserta terjauh berasal dari Riau, Sumatra. Latar belakang mereka beragam, mulai dari santri yang fokus mondok, mahasiswa, hingga pelajar sekolah umum yang ingin mengisi Ramadan dengan kegiatan positif.
Selain pasanan, Ponpes Al Qaumaniyyah juga tengah bersiap membuka Pendidikan Diniyah Formal (PDF) pada tahun ajaran baru setelah Syawal 2026.
Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan PDF tersebut telah terbit pada Agustus 2025, sehingga santri nantinya bisa memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal negeri.
“PDF ini setara dengan pendidikan formal negeri, sehingga ijazahnya memiliki pengakuan resmi,” tutupnya. (J02/A01)











