Marak Pelecehan Nonfisik di Ruang Publik, Perempuan di Kudus Angkat Suara

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Jurnalpantura.id, Kudus – Maraknya dugaan pelecehan seksual nonfisik di ruang publik membuat seorang perempuan di Kudus berani angkat suara.

Pengalaman tak menyenangkan yang dialaminya di tengah keramaian menjadi gambaran bahwa ruang publik belum sepenuhnya aman bagi perempuan.

Perempuan berinisial M itu mengaku mengalami tindakan yang diduga sebagai pelecehan verbal saat berada di depan Swalayan ADA Kudus. Saat itu, ia tengah membeli cilok bersama teman-temannya di salah satu gerobak yang mangkal di lokasi tersebut.

Di tengah suasana sore yang ramai, dua pria paruh baya yang mengendarai sepeda motor Honda tiba-tiba berhenti tak jauh dari tempatnya berdiri. Bukannya berlalu, keduanya justru memandangi M secara terus-menerus. Salah satu dari mereka menunjuk ke arah M sambil melontarkan kalimat bernada menggoda.

“Mereka terus memandangi dan menunjuk ke arah saya. Kelihatan seperti ngomong sesuatu, tapi saya tidak dengar karena suasana lagi bising,” ujar M.

Tak hanya itu, keduanya juga bersiul, tersenyum-senyum, dan menunjukkan gestur seolah hendak menghampiri. Awalnya M memilih mengabaikan. Namun situasi berubah ketika ia menyadari salah satu pria tersebut diduga merekam dirinya menggunakan ponsel.

Merasa tidak nyaman dan privasinya dilanggar, M menegur secara tegas. Meski demikian, kedua pria itu disebut tetap melanjutkan aksinya. Bahkan saat M mencoba bersembunyi di balik gerobak cilok, pria yang duduk di belakang terlihat menoleh ke kanan dan kiri untuk mencarinya dan sempat hendak turun dari sepeda motor.

Menurut M, peristiwa serupa bukan kali pertama ia alami, terutama saat momen keramaian seperti event Dandangan di Kudus. Pada malam yang sama sekitar pukul 21.30 WIB saat perjalanan pulang, ia dan teman-temannya kembali mendapat perlakuan serupa dari orang tak dikenal.

Baca Juga :  Semifinal U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars: Arema FC Women Jumpa Putri Garut, Akademi Persib Tantang Putri JP

“Kami di-siul-siuli, disapa ‘hallo’, ‘hai cewe’, bahkan ada yang minta nomor HP,” tuturnya.

Di kesempatan berbeda yang masih terjadi di wilayah Kudus, M juga mengaku pernah menyaksikan tindakan eksibisionisme di ruang publik, serta mendengar adanya kasus begal payudara di jalan.

Ia menegaskan bahwa dirinya dan teman-temannya selalu mengenakan pakaian sopan dan tertutup, termasuk berhijab.

“Kami pakai busana tertutup. Tapi tetap saja jadi sasaran,” katanya.

Menanggapi fenomena tersebut, Psikolog Kudus, Sirril Wafa menjelaskan bahwa perilaku seperti bersiul, memberikan panggilan menggoda, hingga merekam tanpa izin termasuk dalam kategori pelecehan seksual nonfisik atau verbal.

“Ini pemahaman baru di masyarakat umum kalau tindakan tersebut termasuk pelecehan seksual nonfisik (verbal), seperti bersiul atau panggilan menggoda yang disebut cat calling,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai candaan biasa. “Budaya itu bukan lagi dinilai candaan, tapi sudah pelecehan yang membuat korbannya terganggu. Dan sudah diatur dalam UU TPKS, ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.

Terkait tindakan memperlihatkan alat vital di ruang publik, Sirril menjelaskan bahwa perilaku tersebut dapat merujuk pada gangguan tertentu.

“Itu bisa masuk dalam parafilia jenis eksibisionisme, yaitu hasrat atau fantasi seksual yang tidak lazim. Sehingga memang perlu penanganan profesional,” terangnya.

Ia pun menyarankan agar korban pelecehan tetap mengutamakan keselamatan diri. Jika situasi memungkinkan, korban dapat bersikap asertif dan menunjukkan ketidaksetujuan.

Namun apabila kondisi dirasa tidak aman, menghindar dan mencari tempat yang lebih aman menjadi pilihan yang bijak. (J02/A01)

Berita Terkait

Sempat Kritis, Pria Asal Wonosobo Korban Jatuh di Pasar Kliwon Kudus Meninggal
Ancam Korban Pakai Sabit, Pelaku Perampasan Motor di Kudus Ditangkap Polisi
Pria Asal Wonosobo Jatuh dari Lantai 5 Pasar Kliwon Kudus, Ini Kronologinya
Empat Karaoke di Ruko Ronggolawe Disasar Satpol PP Kudus, 43 Botol Miras Berbagai Merek Diamankan
Pamer Jumping di Depan Polisi, Dua Pembalap Liar di Kudus Akhirnya Diamankan
Api Bakar Lahan Bambu di Singocandi, Kambing dan Tiga Motor Warga Ikut Jadi Korban
Enam Remaja dan Empat Motor Diamankan Polisi, Diduga Hendak Balap Liar
Video Baku Hantam di Jalan Pattimura Kudus Viral, Polisi Fasilitasi Perdamaian
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Sempat Kritis, Pria Asal Wonosobo Korban Jatuh di Pasar Kliwon Kudus Meninggal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Ancam Korban Pakai Sabit, Pelaku Perampasan Motor di Kudus Ditangkap Polisi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Pria Asal Wonosobo Jatuh dari Lantai 5 Pasar Kliwon Kudus, Ini Kronologinya

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Empat Karaoke di Ruko Ronggolawe Disasar Satpol PP Kudus, 43 Botol Miras Berbagai Merek Diamankan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Pamer Jumping di Depan Polisi, Dua Pembalap Liar di Kudus Akhirnya Diamankan

Berita Terbaru